Tumbuhkan Rasa Empati Peserta Didik, SMK TB Gelar Baksos

24/08/2017 0 Comments
Tumbuhkan Rasa Empati Peserta Didik, SMK TB Gelar Baksos

Kepala SMK TB memberikan bantuan secara simbolis saat kegiatan bakti sosial di Yayasan Yatim Piatu Manarul Ulum Ciamis. Fhoto : Heri Herdianto/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Berempati merupakan suatu aktifitas memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan orang lain yang dibangun pada lingkup kesadaran diri. Empati sendiri memiliki peran penting dalam berbagai bidang kehidupan. Diantaranya mulai dari pengasuhan, pendidikan, manajemen, hingga tindakan bela rasa dan percintaan.

Upaya menumbuhkan rasa empati itulah yang kini sedang dibangun oleh SMK Taruna Bangsa (TB) Ciamis. Untuk melatih, mengasah dan menumbuhkan rasa empati atau jiwa sosial, SMK TB menggelar kegiatan bakti sosial di Yayasan Yatim Piatu Manarul Ulum Ciamis.  

Kepala SMK TB Ciamis, Agus Gusanto, ketika ditemui HR Online, beberapa waktu lalu, menegaskan, saat ini pihaknya tengah berupaya untuk mengasah dan meningkatkan jiwa sosial para peserta didik. Dan kegiatan bakti sosial menjadi salah satu upaya mencapai hal tersebut.  

Untuk itu, Agus menuturkan, pihaknya sengaja melibatkan para peserta didik dalam kegiatan-kegiatan bakti sosial. Para peserta didik diajak untuk berbagi dan menjalin silaturahmi dengan anak-anak penghuni panti asuhan yatim piatu Manarul Ulum.

“Kami (sekolah) juga ingin memupuk solidaritas dan mendidik mereka (peserta didik) agar memiliki prilaku baik, saleh, berjiwa sosial dan peka terhadap sesama yang kurang mampu,” katanya.

Kaprog TKR (Teknik Kendaraan Ringan) SMK TB, Sukmaya Winata, berharap, kegiatan bakti sosial yang melibatkan peserta didik tersebut memberikan pengaruh positif, meningkatkan rasa empati atau jiwa sosial, khususnya bagi peserta didik program TKR

Koko, peserta didik program TKR menuturkan, kegiatan bakti sosial yang dilakukan di Yayasan Yatim Piatu Manarul Ulum menjadi pembelajaran tersendiri bagi dirinya. Dari kegiatan itu, dia mengaku mendapatkan nilai positif dan termotivasi untuk belajar dengan sungguh-sungguh.  

“Mereka (anak panti) tetap semangat belajar meski sudah tidak punya orang tua,” katanya. (Heri/R4/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!