Aksi Cabul Pria Paruh Baya di Parigi Pangandaran Ini Ternyata Sudah Berlangsung Lama

Aksi Cabul Pria Paruh Baya di Parigi Pangandaran Ini Ternyata Sudah Berlangsung Lama

Pelaku pencabulan anak di bawah umur berinsial DS (56), warga Dusun Sirnagalih RT 02/RW 10 Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, saat diamankan di Polsek Parigi, Kamis (14/09/2017) malam. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kapolsek Parigi, AKP Lubis, mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan terhadap korban, ternyata aksi pencabulan yang dilakukan seorang pria paruh baya berinsial DS (56), warga Dusun Sirnagalih RT 02/RW 10 Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, terhadap puluhan anak perempuan di bawah umur, sudah berlangsung lama. Hanya, korban baru berani berterus terang saat ini, setelah salah satu anak melaporkan aksi bejat pelaku kepada orangtuanya.

“Kami juga kini tengah menyelidiki, apa sebabnya anak-anak yang menjadi korban pencabulan pelaku baru berani berterus terang sekarang. Apakah ada ancaman dari pelaku atau ada alasan lain. Kami terus selidiki lebih dalam guna mengungkap kronologi kasus ini yang sebenarnya,” ujarnya, kepada HR Online, Kamis (14/09/2017) malam.

Berita Terkait: Korban Pencabulan di Parigi Pangandaran Terus Bertambah, Kini Tercatat 34 Orang

Dari laporan yang masuk ke Polsek Parigi, hingga Kamis (14/09/2017) malam, tercatat 34 anak perempuan di bawah umur yang masih duduk di bangku sekolah SD diduga menjadi korban pelampiasan nafsu syahwat pelaku.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Parigi, Aiptu Ajat, terbongkarnya kasus pencabulan anak di bawah umur ini setelah Bunga (nama samaran) melaporkan kepada orangtuanya bahwa dirinya telah diperlakukan tidak senonoh oleh pelaku. Setelah mendengar laporan dari anaknya, membuat orangtuanya tidak terima dan langsung membawa kasus ini ke jalur hukum.

Berita Terkait: Diduga Cabuli Bocah di Bawah Umur, Pelaku Diamankan Polsek Parigi Pangandaran

“Setelah orangtua Bunga datang ke Polsek Parigi, ternyata tak lama berselang kembali datang orangtua lainnya. Mereka pun sama mengaku bahwa anaknya menjadi korban pencabulan pelaku,” ujarnya.

Berita Terkait: Dugaan Pencabulan di Pangandaran, Ratusan Warga Datangi Polsek Parigi

Sementara pelaku saat ditanya oleh awak media, di tahanan Polsek Parigi, enggan memberikan keterangan. Dia hanya terdiam dan berusaha bersembuyi ketika awak media mencoba meminta keterangannya.

Akibat perbuatannya, pelaku kini terancam dijerat pasal 81 dan 82 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar. (Ntang/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles