Bangun WC, SMPN 4 Banjar Tarik Iuran Siswa

Pembangunan 6 unit ruang WC di SMPN 4 Banjar yang sedang dalam pekerjaan. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pendaftaran peserta didik di sekolah negeri telah selesai, tahun pelajaran baru pun sudah berjalan. Namun, bukan berarti biaya pendidikan benar-benar gratis di Kota Banjar ini. Karena, masih ada sumbangan maupun iuran yang harus dibayarkan orang tua siswa baru.

Bahkan, salah satu penggunaannya dialokasikan untuk membangun WC, padahal pembangunan fasilitas sekolah telah ditanggung Pemkot Banjar. Seperti yang terjadi di SMPN 4 Banjar.

Di tahun ajaran baru 2017/2018, sebanyak 288 siswa kelas VII di SMPN 4 Banjar harus menanggung beban iuran masing-masing sebesar Rp.650 ribu, yang di dalamnya salah satunya untuk alokasi pembangunan WC. Kini, pembangunan enam ruang WC di SMPN 4 Banjar itu sedang dalam proses pengerjaan melalui komite sekolah.

Saat dikonfirmasi Koran HR, Sabtu (16/09/2017) lalu, Kepala SMPN 4 Banjar, Sarjo, S.Pd., mengaku dana siswa baru itu digunakan untuk menunjang kurikulum sekolah, salah satunya untuk membangun WC.

“Itu kan untuk pembangunan 6 unit WC, dan alokasi anggarannya hanya sedikit, sekitar Rp.50 ribuan dari nilai total Rp.650 ribu yang harus dibayar siswa baru. Itu pun sudah berdasar kesepakatan orang tua siswa bersama komite,” terangnya.

Sarjo juga mengatakan, alasan pihaknya membangun WC tersebut karena selama ini masih kekurangan, sehingga perlu penambahan agar jumlahnya memadai dengan jumlah siswa yang dimilikinya.

“Intinya, ini sebagai upaya solusi mengatasi minimnya WC. Kalau mau menunggu dana APBD atau APBN, sampai kapan semua itu bisa dibangun. Terpenting kita sudah coba dan sering mengusulkan pada pemerintah,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, progres pembangunan 6 ruang WC ini sudah menghabiskan dana kurang lebih Rp.11 juta dari rencana anggaran Rp.18 juta. Dia pun menjelaskan, dari iuran Rp.650 ribu per siswa, belum semuanya tersetor dan diterima komite.

Pihak sekolah juga memberikan kesempatan kepada orang tua siswa untuk mencicilnya, berapa kali pun tidak masalah. Jika ada orang tua siswa yang tidak mampu, maka pihaknya pun akan memperhatikannya.

Sementara itu, pantauan di lokasi sebelah pembangunan 6 unit WC, terdapat tiga Ruang Kegiatan Belajar (RKB), atas proyek tahun 2016 lalu dengan menelan anggaran sekitar Rp.340 juta, yang tak tuntas dikerjakan.

Atas kondisi demikian, para orang tua siswa menduga tak tuntasnya proyek itu ada yang kurang beres. Karena, semestinya proyek sebesar itu sudah harus tuntas dalam satu paket anggaran pekerjaan. (Nanks/Koran HR)

KOMENTAR ANDA