Belum Dibayar Perusahaan, Proyek Pembangunan Masjid di Pangandaran Ditinggalkan Pekerja

Proyek pembangunan Masjid Jami di Dusun Emplak RT 21/01 Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran di sekitar bundaran Emplak yang ditinggalkan para pekerja. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Proyek pembangunan Masjid Jami di Dusun Emplak RT 21/01 Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran di sekitar bundaran Emplak diduga bermasalah. Pasalnya, hampir satu minggu pembangunan masjid tersebut ditinggalkan para pekerja.

Menurut informasi yang dihimpun Koran HR, proyek pembangunan masjid tersebut didanai APBD Provinsi Jabar dengan anggaran sebesar Rp 9.344.507.000. Dalam papan proyek tersebut, tercantum No SPK 602.1/03/SP/22.80/PMPJB-KB.PGDRN/VI/2017 terhitung berjalan dari 15 Juni hingga 9 Desember 2017 atau 180 hari masa kerja. Sementara itu, pemenang tender diketahui PT. Daya Tunas Mekarwangi.

Dede, salah satu pekerja, mengatakan, mandegnya proyek tersebut dilatarbelakangi upah para pekerja yang belum dibayarkan.

“Saya kerja tiga minggu. Ada yang kerja 1 bulan dan belum dibayar. Padahal, anak dan istri di rumah menunggu uang dari saya hasil kerja di proyek,” ujarnya kepada Koran HR, Senin (18/09/2017) lalu.

Ia menjelaskan, yang belum dibayarkan pihak ketiga hingga saat ini hampir mencapai ratusan juta rupiah.

“Saya sudah tanya ke kontraktor atau mandor proyek, namun hanya janji saja. Nyatanya hingga saat ini saya belum mendapatkan bayaran. Saya butuh kepastian kapan dibayarnya,” ucap Dede dengan nada kesal dan saat ini tengah nganggur.

Dede melanjutkan, perusahaan pemenang tender tersebut dinilai mangkir dari tanggungjawab. Padahal, kata ia, pembayaran ke para pekerja maupun ke toko material tidak begitu besar jika dibandingkan dengan total anggaran pembangunan tersebut yang mencapai miliaran.

Karena kondisi ini, Dede bersama pekerja lainnya meminta Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Permukiman Jabar untuk bertanggungjawab dan turun ke lapangan. Sebab, ia menduga kuar proyek pembangunan masjid tersebut disubkan oleh PT. Daya Tunas Mekarwangi ke pihak lain.

“Ini perlu dikaji ulang oleh dinas terkait. Sebab, pengalokasian anggaran proyek tersebut diduga terjadi penyunatan terlebih dahulu. Bagi saya, PT Daya harus bertanggungjawab,” tegasnya.

Tak hanya pekerja, salah satu pedagang makanan di sekitar lokasi proyek juga mengatakan hal senada. Ujang, mengungkapkan bila dirinya sehari-hari melayani para pekerja proyek baik itu makanan, kopi, rokok serta lainnya.

“Saya sangat kaget para pegawai proyek serta tukang bangunan sudah pada pulang. Padahal, hutang mereka ke saya yang mencapai hampir Rp. 24 juta belum dibayar sejak awal proyek dimulai. Kalau dihitung sama warung lainnya bisa mencapai Rp. 150 jutaan,” kata Ujang kepada Koran HR.

Hingga berita ini ditulis, Koran HR belum bisa mengkonfirmasi pihak pelaksana proyek yang mana tidak ada di lokasi. (Mad/R6/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar