Belum Miliki Perda, DPRD Banjar Nilai Penggunaan Sport Center Tidak Jelas

Belum Miliki Perda, DPRD Banjar Nilai Penggunaan Sport Center Tidak Jelas

Stadion Sport Center Langensari Kota Banjar. Foto: Dokumen HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pemerintah Kota Banjar hingga kini belum memiliki aturan khusus atau Peraturan Daerah (Perda) mengenai pengelolaan Sport Center yang berlokasi di Kecamatan Langensari. Dampaknya, penggunaan dan pengelolaannya pun seakan tak jelas.

Hal itu terungkap saat stadion sepakbola di Sport Center digunakan untuk pertandingan 16 besar Liga 3 Jabar Group I selama tiga hari, Sabtu-Selasa (16-19/09/2017) lalu, oleh Asprov PSSI Jabar, yang tidak memberikan sewa penggunaannya kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banjar.

Asprov PSSI Jabar tidak memberikan sewa penggunaan stadion Sport Center sebagaimana tercantum dalam surat yang dikirimnya bernomor 799/JBR/UD/481/IX-2017, perihal Penunjukan Tuan Rumah Group I Babak 16 Besar Liga 3 Jabar 2017. Dimana hal-hal yang perlu dilakukan Askot PSSI Banjar, satu diantaranya yaitu menanggung biaya penyelenggaraan pertandingan.

“Aset daerah seperti Sport Center itu harus transparansi dalam pengelolaannya. Jadi memang penggunaannya pun mesti jelas sehingga keberadaannya terjaga. Untuk itu, Dispora  harus segera mengajukan draf Raperdanya,” kata Anggota DPRD Kota Banjar, Sutopo, kepada Koran HR, Senin (18/09/2017) lalu.

Senada dikatakan Anggota DPRD Banjar lainnya, Jojo Juarno, bahwa untuk penggunaan Sport Center sementara ini dan kedepannya nanti dikelola Dispora. Maka, dinas tersebut seharusnya cepat mengajukan Raperda.

“Ya, kita maklumi Dispora di Banjar ini secara tersendiri belum lama terbentuk, terlebih sampai sekarang juga kepala dinasnya belum ada. Meski begitu, tetap harus diperhatikan, Dispora dalam hal ini pihak eksekutif secepatnya mengajukan Raperda yang dimaksud,” tandas Jojo.

Anggota DPRD Kota Banjar Dapil Langensari, Hendri Purnomo dan Sutarno, juga menilai, bahwa Perda yang dimaksud menjadi penting dan harus dimiliki Pemkot Banjar, agar segala sesuatunya jelas. Tak terkecuali menjadi bagian masukan pihak legislatif untuk selanjutnya disampaikan Bapemperda.

Keduanya juga mengungkapkan, terkait penggunaan Sport Center sebetulnya ada di Perda Retribusi. Namun, pada waktu penyusunannya dikeluarkan atas dasar penilaian bahwa fasilitas Sport Center belum memadai, sehingga tak memungkinkan untuk melakukan penarikan retribusinya.

Tapi, karena sekarang pengembangan fasilitasnya sudah memadai dan bertambah atas pembangunan yang dikerjakan Pemkot Banjar, sudah harus dikenakan retribusi bagi pihak atau lembaga yang menggunakannya.

Sementara itu, Kasi Olahraga Masyarakat Dispora Kota Banjar, Tato, mengaku bahwa pihaknya sudah mengajukan permohonan Perda tersebut ke Bagian Hukum Setda Kota Banjar.

“Secara prosedur untuk mengajukan sebuah produk hukum, kami dari dinas terkait harus menyampaikannya dulu ke Bagian Hukum Setda. Namun memang kami belum membuat drafnya. Sehingga, sampai saat ini belum masuk Bapemperda DPRD Kota Banjar,” terangnya.

Maka dari itu, dari penggunaan lapang sepakbola Sport Center, pihaknya tidak mendapat uang sewa dari Asprov PSSI Jabar, karena memang sebelumnya sudah disetujui oleh Dispora Banjar dengan Askot PSSI Banjar.

Tato juga menjelaskan, tak adanya sewa penggunaan lapang sepakbola Sport Center untuk pertandingan tersebut sebagaimana surat yang dikirim Asprov PSSI Jabar, yakni salah satu hal yang perlu dilakukan oleh klub tuan rumah adalah menanggung biaya penyelenggaraan pertandingan.

Atas dasar itu, maka tidak ada sewa penggunaan lapang. Terpenting bagi pihaknya yang dipegang adalah kepercayaan penunjukkan menjadi tuan rumah. Bahkan, pihaknya juga bersyukur karena bisa menimba ilmu dan pengalaman dari Asprov PSSI Jabar.

Karena, setidaknya hal ini bisa diterapkan untuk melaksanakan event serupa sekelas liga dikemudian hari. Selain itu, juga untuk lebih memicu dan memotivasi dalam pengembangan pengelolaan, serta perbaikan sarana dan prasarana Sport Center.

“Hal lain juga tentunya itung-itung memperkenalkan ke daerah lain, bahwa Kota Banjar memiliki stadion yang layak dan representative. Intinya, kita hanya dapat keleluasaan mendapatkan hasil keuntungan dari penjualan tiket masuk penonton. Itu akan kami gunakan untuk pemeliharaan lapang pasca pertandingan 16 besar Liga 3 Jabar,” jelasnya.

Tato menegaskan, jika Perda Pengelolaan dan Penggunaan Sport Center sudah dimiliki, maka mau tak mau kegiatan turnamen harus ditarik sewa penggunaannya pada pihak penyelenggara, dalam hal ini Asprov PSSI Jabar. (Nanks/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles