Dengan Konsep Zero Waste, TPA di Banjar Masih Memadai Tampung Sampah dari TPS

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar, Eri K. Wardhana saat bersama Kasi Pelayanan Persampahan Suparyono. Foto: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar, mengungkapkan persoalan penanganan sampah hingga saat ini masih tertangani. Termasuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada di Desa Cibeureum, masih memadai untuk menampung sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar, Eri K. Wardhana, mengatakan, semua kemampuan yang dimiliki pihaknya untuk menangani persampahan terus dimaksimalkan.

Seperti halnya pengelolaan menggunakan motor rodam dump truck, truk ambrol maupun para pasapon yang selalu bekerja setiap harinya. Ia pun menjelaskan, dalam pengelolaan sampah di 8 TPS yang ada sebagian besar dilakukan pengomposan atau pemilahan sampah organik maupun sampah non organik.

“Sampah non organik ada juga dimanfaatkan oleh pemilah untuk memenuhi kebutuhannya, yakni dijual. Sementara sampah organiknya diolah menjadi kompos. Adapun sampah yang non organik yang tidak bisa dimanfaatkan oleh pemilah akan diangkut ke TPA Cibeureum,” terangnya, kepada Koran HR, Selasa (29/08/2017).

Kaitannya dengan kondisi TPA saat ini, lanjut Eri, masih bisa menampung sampah-sampah dari TPS yang mana sudah dipilah oleh petugas. Ia beralasan, TPA yang dibangun sejak 10 tahun itu terbilang memadai karena sistem yang digunakan adalah pengoptimalan di TPS.

“Jika tidak memadai, tentu kemarin kita tidak mendapatkan penghargaan Adipura. Sebab, paling urgent dalam penilaian tersebut adalah masalah pengelolaan sampah. Dan Kota Banjar mendapatkan point rata-rata untuk TPA sebesar 75,34 untuk kategori kota kecil. Sementara Adipura kita mendapatkan nilai 76,08 dan yang pertama itu Kabupaten Indramayu yang nilai adipuranya 76,42 dan rata-rata TPA sebanytak 76,31,” paparnya.

Kendati saat ini masih memadai untuk menampung sampah dari TPS, Eri mengungkapkan rencana pengadaan lahan guna mengantisipasi sampah ke depannya.

“Sebagai langkah antisipasi, kita ingin melakukan perluasan lahan TPA agar nantinya tidak terjadi over load. Jika tidak sejak saat ini disiapkan, tentu akan jadi masalah juga ke depannya. Apalagi ini kaitannya dengan persoalan sampah,” tandas Eri.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar, Dyah Shita, saat dihubungi Koran HR melalui sambungan telepon seluler, mengatakan, pihaknya kini tengah berjuang untuk merubah sistem agar penanganan sampah bisa diatasi dengan baik. Termasuk penambahan sarana dan prasarana sekaligus SDM.

Pasalnya, ketika komponen pengelola sampah sudah berjalan baik, maka proses penanganan sampah juga akan berjalan baik, tidak lagi harus menggantungkan local hero karena semua sudah sesuai standar yang ditentukan.

“Kita saat ini menggunakan konsep Zero Waste yang mana kita berupaya mengurangi sampah sebanyak-banyaknya sebelum masuk TPA. Melalui langkah konkrit menambah pelayanan aktif di masyarakat, menambah angkutan serta menambah teknologi pengolahan sampah organik dan non organik, kita yakin semua permasalahan sampah selesai, termasuk kekuatan penampungan di TPA,” jelasnya.

Melalui konsep Zero Waste yang dilakukan pihaknya, kini sudah bisa mengurangi residu sampah 20 hingga 30 persen. Jika dengan penambahan teknologi tersebut, Dyah meyakini bisa menargetkan pengurangan sampah ke TPA hingga 70 persen.

“Ini adalah tugas kita bersama. Insya Alloh jika pemerintah, masyarakat maupun dari swasta bersama-sama berusaha sekuat tenaga agar penanganan sampah lebih maksimal, ke depan akan lebih baik lagi,” tandas Dyah.

Hal senada diungkapkan Kepala UPTD TPA Cibeureum, Yudi. Menurutnya, TPA Cibeureum hingga saat ini masih memadai untuk menampung sampah dari TPS yang ada di Banjar. Meski begitu, ia juga menyampaikan perlu adanya penambahan lahan untuk mengantisipasi sampah ke depannya.

“Intinya, dipersiapkan terlebih dahulu agar tidak jadi masalah ke depannya. Tapi, lagi-lagi tinggal bagaimana kesepakatan dan kebijakan dari atasan kami,” kata Yudi. (Muhafid/Koran HR)

KOMENTAR ANDA