Di Banjar Mesin Pertamini tak Bertera, Diduga Bisa Rugikan Konsumen

Salah satu Pertamini yang ada di Kota Banjar. Keberadaan SPBU mini itu kini semakin menjamur di Kota Banjar, meskipun legalitasnya masih belum jelas. Photo: Tsabit AH/HR. 

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mini, atau yang sering disebut Pertamini, terus bermunculan di Kota Banjar, bahkan seolah tak bisa terbendung lagi keberadaannya. Padahal legalitasnya masih belum jelas, karena selama ini pemerintah belum memiliki aturan mengenai operasional Pertamini dengan alat mesin digital layaknya SPBU.

Selain itu, berdasarkan narasumber HR di Hiswana Migas Priatim, menyebutkan, keberadaan Pertamini saat ini, disinyalir bisa merugikan konsumen. Pasalnya, Mesin pengisian Pertamini tidak memiliki alat tera (alat ukur) bersertifikat dari Badan Meteorologi.

“Makanya, harga mesin Pertamini itu murah, hanya 15 sampai 20 juta. Sementara, harga mesin pengisian di SPBU itu bisa mencapai ratusan juta rupiah, yang paling murah itu berkisar 125 juta,” ungkap sumber HR beberapa waktu lalu.

Yang membedakannya, lanjut sumber HR, yaitu kalau mesin pengisian yang ada di SPBU itu sudah berserta alat tera (alat ukur) bersetifikat, sementara Pertamini tidak disertai dengan alat tera. “Jadi, setiap hari mesin Pertamini itu harus di ukur alat Tera. Kalau tidak bisa merugikan konsumen,” tandasnya.

Meski memang, pemilik Pertamini membeli kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dari SPBU setempat, namun kini, menurut sumber HR, Pertamini saat ini telah ada yang memasok selain dari SPBU Pertamina.

“Kami sudah mengendusnya beberapa pekan ini, dan terbukti, disuatu wilayah sebanyak 4 ton BBM disuatu SPBU tidak terserap. Sementara dilapangan tidak terjadi kelangkaan, dan Pertamini didaerah tersebut tidak membeli ke SPBU Pertamina,” ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, sumber HR menyebutkan, keberadaan Pertamini yang menggunakan mesin pengisian tak memiliki alat tera, dan tidak membeli kebutuhan BBM-nya dari SPBU, akan juga merugikan pemasukan bagi Pemerintah Daerah.

“Sebab, dalam per-liternya kami pemilik SPBU memberikan kontribusi bagi Pemda. Untuk itu, kami berharap Pemerintah daerah bisa tegas menindak keberadaan Pertamini,” tukasnya. (SBH/Tsabit/Koran HR)

KOMENTAR ANDA