Di Banjar Minim Hotel, Tim Liga 3 Nginap di Rumah Warga

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),

Dalam perhelatan kompetisi babak 16 besar Liga 3 Jabar group 1 berlangsung di Stadion Sport Center Langensari, Kota Banjar sejak Sabtu (16/09/2017) lalu. Lagi-lagi ketersedian hotel sedikitnya menjadi kendala, hingga salah satu tim peserta Liga 3 menginap di rumah warga.

Informasi tersebut didapat Koran HR dari Kasi. Olahraga Masyarakat Dinas Pemuda dan Olagraga (Dispora) Kota Banjar, Tato, bahwa ada satu tim yang menginap di rumah warga, yakni tim Persipo Kabupaten Purwakarta.

“Ya kita tidak tahu pemilihan tempat demikian oleh tim Persipo. Mungkin alasan ketersedian hotel,” katanya, Minggu (17/09/2017) lalu.

Bahkan, lanjut Tato, tim Persitas Tasikmalaya sendiri tidak menginap di Banjar, mereka memilih pulang pergi Banjar-Tasikmalaya. Sedangkan, tim Bina Putra Centra Cirebon menginap di Lesehaan Aang Panatasan, dan tim Patriot FC Bekasi di Hotel Galuh Asri.

“Kami ambil positifnya saja, mungkin ke-empat tim Liga 3 itu menginap di tempat tersebut sesuai kemampuan budget yang dimilikinya. Tapi memang untuk di Kota Banjar, kita akui jumlah hotel yang memadai minim,” ujar Tato.

Senada dikatakan Ketua Koni Kota Banjar, Rachwan, bahwa dalam penyelenggaraan event yang mendatangkan banyak peserta, tentunya harus diimbangi dengan fasilitas atau ketersedian hotel.

“Di Kota Banjar ini kan jumlah hotel yang memadai minim. Jadi memang Kota Banjar ini, kekurangannya di situ,” tandas Rachwan.

Salah seorang tokoh pemuda Kota Banjar, Nandang (31), juga mengakui kalau di Banjar memang belum memiliki hotel yang representatif, sehingga tamu yang tengah mengikuti event di kota ini kerap mengeluh, terutama dalam hal penginapan.

“Banjar sudah seharusnya memiliki hotel berbintang. Hotel tersebut bisa menunjang pembangunan yang ada di Kota Banjar,” kata Nandang.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Banjar, Hendri Purnomo, membenarkan, bahwa Kota Banjar sudah selayaknya memiliki hotel yang representatif. Karena, berbagai kegiatan atau event besar seperti musik, otomotif, dan urusan pemerintahan kerap digelar.

“Jika ada hotel berbintang di Banjar, maka akan meningkatkan PAD Kota Banjar sendiri, karena secara otomatis tamu yang datang dari luar daerah pasti menginap di Banjar. Saya pun berharap semoga ada investor yang bersedia berinvestasi di Banjar,” ujar Hendri.

Tanggapan Tamu dari Luar Daerah

Kepala Pelatih Persipo Purwakarta, Aang Toni, membenarkan, timnya menginap di rumah salah satu pengurus Persipo yang kebetulan berasal dari Kota Banjar. Namun, keterbatasan anggaran juga jadi alasan pilihan pihaknya untuk menginap di rumah warga.

Sementara, Pelatih Patriot CB Bekasi, Warta Kusuma, mengatakan, menginap di hotel kelas melati karena hotel kelas melati sudah cukup bagi tim Liga 3, tak terkecuali bagi tim Liga 2 dan 1 yang selalu menginap di hotel kelas berbintang.

Warta juga menyarankan, untuk kemajuan dan perkembangan Kota Banjar, memang alangkah baiknya terdapat hotel berbintang. Sebab, pengembangan sebuah daerah itu harus memiliki ketersedian hotel berbintang,” tandas Aang.

Hal yang sama dikatakan Danil (34), ketua salah satu event organizer (EO) asal Bandung. Dirinya mengaku terpaksa tidak menginap di Banjar dan lebih memilih menginap di salah satu hotel berbintang di Kabupaten Ciamis.

“Padahal acaranya di Banjar, tapi saya lebih memilih menginap di Ciamis, karena di Banjar tidak ada hotel yang berkelas. Ada satu, tapi penuh,” kata Danil. (Nanks/Hermanto/Koran HR)

KOMENTAR ANDA