Di Ciamis, Diduga Dibuang Orangtuanya, Bayi Perempuan Ditemukan di Kebun

02/09/2017
Di Ciamis, Diduga Dibuang Orangtuanya, Bayi Perempuan Ditemukan di Kebun

Petugas Puskesmas Sukadana, tengah merawat bayi yang ditemukan warga di sebuah gubuk yang berada di tengah kebun, di Dusun Margaluyu, Desa Margajaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (31/08/2017) sore. Foto: Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Diduga dibuang oleh orangtuanya, sesosok bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan warga di sebuah gubuk yang berada di tengah kebun, di Dusun Margaluyu, Desa Margajaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (31/08/2017) sore. Penemuan bayi malang ini sontak membuat geger warga setempat.

Dari informasi yang dihimpun HR Online, bayi malang ini pertama kali ditemukan oleh dua pemuda yang saat itu tengah melintas ke depan gubuk. Dua pemuda itu mendengar suara tangisan bayi. Kemudian bergeges mencari sumber suaranya. Ternyata benar saja di gubuk tersebut ditemukan seorang bayi yang tengah menangis.

Mendapat temuan tersebut, kedua pemuda itu pun langsung melaporkan ke Ketua RT setempat. Setelah itu, ketua RT bersama warga langsung mengevekuasi bayi malang itu ke puskesmas setempat.

“Saat diperiksa oleh dokter dan bidan puskesmas, ternyata bayi malang ini kondisinya sehat. Begitupun pada fisiknya tidak ditemukan kelainan,” ujar Dadi, warga setempat, Jum’at (01/09/2017).

Sementara itu, menurut Bidan Puskesmas Sukadana, Nena Nendrayati, Jum’at (01/09/2017), setelah dipastikan bayi malang itu kondisinya sehat, untuk sementara dititipkan di rumah kepala desa. Pasalnya, ketika berita penemuan bayi menyebar luas, tak sedikit masyarakat yang berbondong-bondong ingin melihat dari dekat.

”Karena banyak warga yang terus berdatangan dan dikhawatirkan mengganggu pelayan puskesmas, terpaksa bayi itu dititipkan di rumah kepala desa,” ujarnya.

Nena menambahkan, bayi malang itu belum diserahkan ke Dinas Sosial, karena saat ini pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan pembuangan bayi. “Selama masih dibutuhkan untuk kepentingan penyelidikan polisi, bayi ini untuk sementara dirawat oleh kami. Kalau proses penyelidikan polisi selesai, maka akan langsung diserahkan ke Dinas Sosial,” ungkapnya.

Menurut Nena, saat ini sudah ada enam warga yang sudah bersedia mengadopsi bayi malang tersebut. Namun, kata dia, proses pengadopsian anak belum bisa dilakukan, karena masih dalam tahap penyelidikan polisi. “Selain itu, proses pengadopsian anak wilayah kewenangannya berada di Dinas Sosial. Kami dari pihak medis hanya merawat bayi tersebut agar dipastikan dalam kondisi sehat,” pungkasnya. (R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles