Di Pangandaran, Bacagub Jabar Ini Dorong Pasar Tradisional Lebih Maju

Bakal Calon Wakil Gubernur Jabar dari PKS, Ahmad Syaikhu, saat mengunjungi pasar tradisional di Pangandaran di Desa Pananjung. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Himpunan Pedagang Pasar Pangandaran (HP2P) menilai pasar tradisional perlu dipertahankan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama menumbuhkembangkan pelaku UMKM di daerah.

Ketua HP2P Rusman Efendi melalui humasnya, Taufiq, menyebutkan, pasar tradisional Pangandaran yang berlokasi di Desa Pananjung tercatat sebanyak 645 kios dengan 716 pedagang dan PKL. Meski sudah sesuai antara data dan di lapangan, namun ia menilai perlu adanya peningkatan kualitas, terutama ketika melihat kondisi bangunan yang sudah tua dan tampak kumuh.

“Di sini perlunya campur tangan pemerintah daerah maupun pusat agar lebih baik lagi,” katanya kepada HR Online saat kunjungan silaturahim Bakal Calon Wakil Gubernur Jabar Ahmad Syaikhu di Pangandaran, Minggu (24/09/2017).

Sementara itu, Ketua Asosiasi  Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Pangandaran, Asep Dudu Sa’dudin, juga mengatakan hal senada. Menurutnya, para pedagang pasar perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah, terutama kondisi pasar tradisional sebagai salah satu penunjangnya.

“Kita ketahui bersama pasar tradisional semakin tergerus oleh kemajuan zaman. Maka dari itu, harapannya melalui kedatangan Bakal Calon Wakil Gubernur ini di Pangandaran bisa mendorong pasar tradisional semakin baik lagi di Jawa Barat, terutama di Pangandaran,” ucapnya.

Di lokasi yang sama, Bakal Calon Wakil Gubernur Jabar dari PKS, Ahmad Syaikhu, menyampaikan keinginannya untuk menyejahterakan masyarakat melalui pasar tradisional. Sebab, dari pasar tradisional aktifitas jual beli masyarakat sangat terlihat khas dan unik serta bersifat kekeluargaan.

“Agar lebih nyaman, ke depan pasar tradisional harus ada penataan supaya tidak kumuh dan tampak teratur. Kita ingin semua pasar tradisional di Jabar yang ada di berbagai kota/kabupaten terus didukung supaya maju,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam proses pembangunan pasar tradisional, Ahmad Syaikhu menilai, seharusnya dikelola sendiri, bukan oleh pihak ketiga. Hal tersebut ia ungkapkan sebagaimana pengalaman yang ia alami.

“Mudah-mudahan pasar tradisional di Jawa Barat memiliki keunggulan tersendiri. Namun, itu juga bagaimana komitmen pedagang untuk maju dan lebih baik,” pungkasnya. (Mad/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA