(Pilkada Ciamis) Dibalik Keganjilan Surat DPP Golkar Untuk H. Iing

Surat Penetapan Calon Kepala Daerah Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Foto: Istimewa.

Surat Penetapan Calon Kepala Daerah Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Foto: Istimewa.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Polemik keganjilan surat penetapan calon kepala daerah Kabupaten Ciamis, dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar terus bergulir. Bahkan hingga berita ini diturunkan, DPD Golkar Kabupaten Ciamis yang termaktub dalam surat tersebut, belum secara resmi menerima surat keputusan tersebut.

“Hingga hari ini kami belum menerima surat keputusan itu. Saya tahu bahwa DPD Golkar Jabar baru menerima hari Senin juga, kan dari pemberitaan HR Online. Untuk lebih jelasnya bisa konfirmasi Sekjen DPD,” jelas Ketua DPD Golkar Ciamis, H. Slamet Tryana saat dikonfirmasi HR, Selasa (12/09/2017).

Sementara itu, Sekjen DPD Golkar Ciamis, Baim Setiawan, saat dikonfirmasi HR via telepon seluler, membenarkan keterangan Bendahara DPD Golkar Ciamis, yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Ciamis, Hj. Titi Sutiana Khotim, bahwa dirinya mengetahui surat penetapan atau rekomendasi tersebut baru sampai DPD Golkar Jabar pada hari Senin, (11/09/2017).

“Saya mengetahui surat itu sudah sampai DPD Jabar hari Senin kemarin secara kebetulan, saat berkunjung ke DPD Golkar Jabar, dan memang hari ini belum sampai ke DPD Golkar Ciamis. Setahu saya mungkin besok, karena pihak provinsi akan membuat surat pengantar berbarengan dengan daerah lainnya,” jelasnya kepada HR via telepon selulernya, Senin (11/09/2017).

Baim pun menambahkan, surat rekomendasi penetapan itu secara resmi dikirim dari DPP Golkar memang baru Senin. Baim juga enggan menjawab secara pasti foto surat penetapan yang beredar itu langsung dikirim orang DPP kepada Calon Bupati terpilih H. Iing Syam Arifin.

“Mengenai foto itu beredar duluan di politik menurut saya syah-syah saja,” ucapnya.

Saat ditanya telah terjadi pembocoran surat penetapan dari DPP Golkar, karena surat itu ditujukan untuk DPD Golkar Jabar, Baim enggan menanggapi. “Sudahlah, kalau besok kami telah menerimanya secara resmi, akan diberitahu lagi yaa,” tukasnya.

Sejumlah nama yang tertulis dalam tembusan surat tersebut mengaku tidak mengetahui adanya surat penetapan tersebut dari DPP Partai Golkar, seperti Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (PP) Jawa I, DPP Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa, dan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Ciamis, H. Slamet Triyana.

“Saya tidak tahu,” ucap Agun Gunandjar Sudarsa saat dikonfirmasi HR Online Minggu (10/09/2017).

Kang Agun pun enggan berkomentar banyak, meski beberapa pertanyaan HR Online sampaikan, seperti, pertimbangan apa yang diambil DPP Partai Golkar dalam memutuskan calon Bupati Ciamis. Sebab, H.  Iing Syam Arifin sebelumnya sudah kalah dalam Rapat Pleno yang digelar DPD Golkar Ciamis, beberapa waktu lalu, dan hasil survei yang terus mengalami penurunan.

“Komentar saya singkat saja. Saya tetap konsisten mendukung dan siap memenangkan H Herdiat bersama partai-partai lainnya,” tukasnya.

Ketidaktahuan telah keluarnya surat penetapan tersebut, dialami juga oleh Wakil Ketua Pemenangan Pemilu DPD Golkar Jabar, yang juga Ketua Bappilu Jabar, DR.dr. H. Herman Sutrisno, MM., mengaku belum menerima dan mengetahui mengenai surat Keputusan DPP Partai Golkar tentang penetapan Calon Bupati Ciamis, yang telah memutuskan kepada H. Iing Syam Arifin.

“Tadi saya telah cek kepada Sekjen DPD Golkar Jabar, saudara Ade Barkah dan menyatakan pihaknya belum menerima surat penetapan tersebut,” jelas Herman Sutrisno kepada HR, Minggu (10/09/2017).

Herman Sutrisno juga mempertanyakan keputusan DPP Partai Golkar yang tidak konsisten, dan bahkan terkesan tidak prosedural dan transparan. Sebab, lanjut Herman, pada rapat terakhir yang digelar pada tanggal 4 September 2017 telah disepakati pada rapat tersebut, untuk menunda keputusan bagi Kabupaten Ciamis dan Purwakarta.

“Rapat itu dihadiri lengkap, mulai dari Ketua DPD Golkar Jabar, Sekjen, saya sebagai Ketua Pemenangan Pemilu Jabar dan Ketua Bappilu, dari DPP ada Pa Agun dan saudara Nurdin Halid sendiri, yang sepakat menetapkan lima daerah dulu di jabar yaitu, Kota Banjar, Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Sumedang dan Subang. Dan kita meminta untuk Kabupaten Ciamis dan Purwakarta supaya di pending sampai Oktober, termasuk untuk Pilgub Jabar,” ungkapnya kepada HR saat dihubungi via telepon selulernya, Minggu (10/09/2017).

Herman Sutrisno menyayangkan keputusan DPP Partai Golkar yang memutuskan tidak melibatkan kembali unsur DPD Golkar Jabar.

“Kalau akhirnya seperti ini, untuk apa kita melakukan tahapan prosedural dan menggelar rapat-rapat. Dengan demikian, saya mempertanyakan prosedural dan transparansi dalam pengambilan keputusan,” tandasnya.

Pada kesempatan rapat terakhir dengan DPP Partai, menurut Herman, pihaknya juga menyampaikan bahwa berdasarkan rapat pleno yang diperluas yang diselenggarakan DPD Golkar Kabupaten Ciamis, bahwa saudara Herdiat unggul dengan dukungan 79 persen suara, serta hasil survei terbaru yang di realese lembaga survei yang di lakukan salah satu Parpol menyatakan Herdiat berhasil mengungguli H. Iing.

“Atas dasar itulah, pada rapat itu kami sepakat untuk menunda hingga oktober untuk melakukan survei terakhir untuk penetapan, dan saudara Nurdin Halid sepakat saat rapat itu,” tegasnya.

Penelusuran HR mengenai siapa orang pertama yang menyebar surat penetapan tersebut, tertuju kepada Bendahara DPD Golkar Kabupaten Ciamis, yang juga merupakan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Ciamis, Hj. Titi Sutiana Khotim.

Selain menjadi narasumber dalam sebuah media online, diketahui juga Hj. Titi Sutiana Khotim, atau yang akrab disapa Bu Khotim, juga menyebar foto surat penetapan di gruop WhatsApp DPD Golkar Ciamis.

“Saya mendapatkan foto surat penetapan itu dari Pa Bupati Iing, dan telah seizinnya pula untuk menyebarkan di gruop WA DPD Golkar Ciamis. Setelah saya sebar di WA, Pa Ketua Golkar Ciamis meminta saya menyampaikan kepada Pa Bupati agar surat tersebut untuk segera dikirim ke DPD Golkar Ciamis,” jelasnya melalui pesan WhatsApp kepada HR, Senin (11/09/2017).

Saat ditanya dari mana Pa Bupati mendapatkan foto surat penetapan tersebut, Bu Khotim mengaku tidak mengetahuinya. Dan hanya menjelaskan, bahwa hari Senin ini Sekjen DPD Golkar Ciamis tengah mengambil surat tersebut ke DPD Golkar Jabar.

“DPD Golkar Jabar pun baru tadi siang menerima surat penetapan tersebut. Menurut keterangan Pa sekjen Golkar Ciamis, hal itu dikarenakan kemarin terpotong hari libur Sabtu dan Minggu,” tukasnya.

Alur surat penetapan calon kepala daerah Kabupaten Ciamis dari DPP Partai Golkar hingga kini masih menjadi misteri. Semua pihak yang termaktub dalam surat tersebut lambat mengetahui beredarnya surat yang tertanggal 6 September 2017 itu. (SBH/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar