Disdik Ciamis Temukan 1.100 ATS

Sejumlah ATS mengikuti program pendidikan kesetaraan di salah satu PKBM. Foto : Dian Sholeh WP/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis melansir sebanyak 1.100 anak (usia 6-21 tahun) tidak sekolah (ATS). Sebagian besar dari ATS tersebut kini mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan dengan mengikuti program kesetaraan di 25 pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM).

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal, Tita Rosita, ketika ditemui Koran HR, Senin (11/09/2017) lalu, mengatakan, ke 1.100 ATS tersebut tersebar di wilayah 27 kecamatan.

“Jumlah ATS tersebut diketahui setelah Disdik melakukan penyisiran ke setiap daerah. Kini, mereka bisa kembali belajar lewat program kesetaraan,” katanya.

Tita menjelaskan, program kesetaraan bagi ATS sudah dilaksanakan sejak Bulan Agustus 2017. Namun demikian, pendaftaran masuk program kesetaraan di PKBM masih berlangsung sampai Bulan September 2017.

“Pendaftaran masih dibuka mengingat banyaknya anak putus sekolah yang antusias untuk kembali belajar di PKBM,” katanya.

Kepada Koran HR, Tita menyebutkan, dari total 1.100 ATS, sebanyak 700 diantaranya tidak melanjutkan pendidikan SMA, sedangkan sisanya SMP dan SD. Tita memprediksi, jumlah ATS di Kabupaten Ciamis yang belum terdata masih banyak.   

“Untuk itu, kami akan terus melakukan penyisiran, agar mereka mau melanjutkan ke program kesetaraan,” katanya.

Tita menambahkan, program kesetaraan di PKBM menjadi solusi bagi ATS dalam memecahkan persoalan yang melatarbelakangi ATS tidak melanjutkan sekolah. Mulai dari masalah geografis, waktu hingga persoalan ekonomi.

Di tempat yang sama, Kasi Kelembagaan, Sarana dan Prasarana, Lilis Budi Mulyani, ketika ditemui Koran HR, Senin (11/09/2017) lalu, mengungkapkan, banyak kendala yang terjadi di lapangan saat menarik ATS untuk kembali belajar.

“Umumnya ATS ini berasal dari keluarga tidak mampu. Bahkan mereka meminta jaminan bila kembali masuk ke sekolah,” katanya.

Lilis menuturkan, untuk meyakinkan ATS pihaknya melakukan berbagai upaya, termasuk menawarkan penyelenggaraan paket C secar online bagi peserta yang bekerja di pabrik. Bahkan bila diperlukan, mendatangkan tutor ke pabrik.

Sementara itu, Ketua PKBM Budi Utama, Imam Permana, menambahkan, peserta program kesetaraan paket C berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pegawai rumahan hingga buruh pabrik.

“Selain mengejar kesetaraan paket A, B dan C, mereka juga akan diberikan pengetahuan dalam bidang IT seperti halnya komputer sebagai bekal mereka mengasah kemampuan,” pungkasnya. (DSW/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar