Hadapi Musim Kemarau, 8 Ribu Hektar Sawah di Ciamis Terancam Kekeringan

08/09/2017 0 Comments
Hadapi Musim Kemarau, 8 Ribu Hektar Sawah di Ciamis Terancam Kekeringan

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis melansir sebanyak 8 ribu dari total 35 ribu hektar lahan pesawahan terancam mengalami kekeringan. Hal itu menyusul musim kemarau panjang yang melanda wilayah Ciamis baru-baru ini. 

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Ciamis, Kustini, ketika ditemui Koran HR usai Rakor Penanggulangan Kekeringan, Selasa (05/09/2017) lalu, membenarkan ancaman kekeringan tersebut.

Menurut Kustini, 8 ribu hektar lahan yang terancam kekeringan tersebut merupakan sawah tadah hujan. Hanya saja, sampai saat ini belum ada informasi masalah puso dari area lahan tersebut.

Untuk mengantisipasi puso, kata Kustini, pihaknya mendorong petani di seluruh wilayah rawa kekeringan untuk mengikuti asuransi pertanian. Dengan begitu, petani tidak akan merasa terlalu merugi bila sawah mereka benar-benar dilanda kekeringan.

Kustini menegaskan, pihaknya sudah mengimbau petani untuk tidak memaksakan diri menanam padi. Kecuali jika sawah mereka memiliki cadangan pasokan air. Solusi lainnya adalah dengan menanam palawija (jagung, kedelai dan sayuran).

Menurut Kustini, area sawah yang terancam mengalami kekeringan termasuk lahan yang menjadi prioritas dalam program percepatan tanam. Meski pada Bulan Maret lalu sudah panen, pihaknya mengimbau pada musim kali ini agar menanam palawija.

Selain itu, Kustini menambahkan, di wilayah irigasi yang debit airnya minim, pihaknya juga mengimbau agar ditanami palawija. Pasalnya tanaman palawija tidak begitu menyedot persediaan air.  

“Khusus yang irigasinya buruk atau jelek, jangan mencoba menanam apapun, karena tidak ada airnya, kalau petani memaksa, khawatir akan rugi,” katanya.

Dalam upaya penyelamatan, kata Kustini, pihaknya memberikan bantuan sebanyak 1131 unit pompa kepada kelompok tani. Pompa tersebut dapat digunakan petani untuk menyuplai kebutuhan air. 

Sementara itu, Bupati Ciamis, Iing Syam Arifin, menginstruksikan, untuk penyelamatan dengan cara mendorong sarana dan prasarana bagi para petani. Termasuk memberikan arahan kepada Petugas Penyuluh Lapangan (PPL). 

“Semua pihak harus bantu-membantu. PPL harus difokuskan sebagai bagian untuk pencegahan kerugian paska menanam. Jangan memaksakan kalau pasokan air tidak memungkinkan,” katanya.

Meski terjadi kekeringan di beberapa wilayah, Iing mengungkapkan, hingga kini belum ada laporan terjadinya puso. Untuk meminalisasi hal tersebut, pihaknya melalui dinas pertanian menghimbau sejak awal petani untuk tidak memaksakan menanam padi. (Heri/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!