Hampir 6 Bulan Air PDAM Tidak Mengalir, Warga Jelat Banjar Sepakat Bikin Sumur Bor

Dori (84), salah seorang warga Lingkungan Jelat, Kelurahan/Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, menunjukkan kran air PDAM yang kering. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Warga Lingkungan Jelat, RW.1, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, mengeluhkan tidak mengalirnya air PDAM selama hampir enam bulan lamanya. Hal ini juga diperparah karena warga harus tetap membayar kewajiban per bulannya.

Nani (58) warga setempat, mengungkapkan, dengan tidak mengalirnya air PDAM, dirinya sangat terganggu, lantaran sebagai ibu rumah tangga, aktivitas sehari-harinya menjadi berat dan tidak maksimal.

“Sudah sejak lama saya pelanggan PDAM, namun selama enam bulan terakhir ini air tidak mengalir. Selain itu, saya pun harus membayar setiap bulannya sebesar Rp.40.000,” tutur Nanti, kepada Koran HR, Selasa (12/09/2017) lalu.

Keluhan serupa dikatakan warga lainnya, Dori (84). Menurut dia, meski harus membayar setiap bulannya, namun air dari PDAM tetap tidak mengalir sehingga warga sepakat membuat sumur bor dan memutuskan untuk tidak membayar bulanan ke PDAM.

“Kami terpaksa membuat sumur bor di rumah masing-masing, karena kalau kita membayar bulanan tapi air tidak mengalir, kan rugi. Jadi warga di sini sepakat mulai dua bulan kemarin untuk tidak membayar bulanan ke PDAM, dan lebih baik memanfaatkan air dari sumur bor,” terang Dori.

Tidak mengalirnya air PDAM di lingkungan tersebut, dibenarkan oleh ketua RW setempat, Haris. Dia menyebutkan, jumlah warga di lingkungan RW.1 sebanyak 200 KK (kepala keluarga). Mereka sudah hampir enam bulan tidak menerima pasokan air bersih dari PDAM.

“Warga di sini memang banyak yang mengeluh dengan tidak mengalirnya air PDAM. Kalau siang hari sama sekali tidak mengalir, tapi kalau malam hari memang ada, cuma sangat sedikit, hanya menetes. Warga kecewa lantaran abudemen harus dibayar tapi airnya tidak mengalir,” ungkapnya.

Haris berharap kepada pihak PDAM untuk secepatnya bertindak, mengecek, dan memperbaiki saluran pipa PDAM yang kemungkinan mengalami kerusakan. Karena kalau terus begini, sudah dipatikan warga merugi.

Terkait masalah tersebut, Direktur PDAM Tirta Anom, Cece Wahyu Gumelar, saat dikonfirmasi Koran HR via ponselnya, menjelaskan, tidak mengalirnya air PDAM ke wilayah Lingkungan Jelat dikarenakan ada penyempitan saluran pipa. Menurutnya, pipa PDAM tersebut hanya berukuran 1 inci.

“Kami sudah bahas terkait hal ini, tidak mengalirnya air PDAM ke wilayah tersebut karena harus direhab pipa salurannya, yang semula 1 inci akan diganti dengan yang 2 inci. Masalah seperti ini bukan terjadi di wilayah Jelat saja, namun di wilayah lain pun sama,” terangnya.

Cece juga berjanji pihaknya akan mengecek langsung ke lokasi dengan mengirimkan tim untuk melakukan perehaban pipa saluran yang tadinya 1 inci diganti menjadi 2 inci. (Hermanto/Koran HR)

KOMENTAR ANDA