Hasil Panen Padi di Banjar Menurun

Hasil Panen Padi di Banjar Menurun

Foto: Ilustrasi net/ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Di masa panen pada bulan Agustus kemarin, petani di sejumlah wilayah Kota Banjar mengalami penurunan hasil panen padi. Hal itu disebabkan berbagai faktor, seperti adanya serangan hama wereng dan tikus.

Imin, salah seorang petani di Dusun Sukarahayu, Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, mengungkapkan, hampir semua petani di wilayah Sukarahayu mengalami penurunan hasil panen padi.

“Hasil panen musim kali ini merosot tajam karena serangan hama tikus dan wereng yang merajalela. Serangangan hama terjadi ketika tanaman padi mulai berbulir hingga menjelang panen. Bisa dibilang penurunannya hingga 40 persen,” tuturnya, kepada Koran HR, saat dijumpai sedang menyetor arisan gabah di lingkungannya, Minggu (03/09/2017) lalu.

Menurut Imin, sebetulnya para petani sudah mencoba membasmi hama tikus menggunakan racun. Meski begitu, hama tersebut tetap saja tidak hilang dan akhirnya berimbas terhadap hasil panen padi berkurang.

“Walaupun jumlahnya menurun, tapi saya tetap bersyukur, karena secara kualitas hasil panen kali ini sangat baik. Semoga kami tidak begitu merugi dan bisa menjual gabah dengan harga tinggi. Terlebih saya mendengar sekarang pemerintah telah menetapkan HET beras, tentu bisa diimbangi HET gabah yang tinggi pula,” kata Imin.

Senada diungkapkan Bawor (49), petani lainnya, bahwa maraknya hama tikus dan wereng di sawah membuat hasil panen menurun, bahkan ada yang sampai gagal panen karena tanaman padinya habis oleh tikus.

Dirinya pun berharap, dengan adanya fenomena ini harus mendapat perhatian dari semua pihak, tak terkecuali pemerintah yang harus bisa memberikan solusi. Karena, selama ini segala upaya dalam memberantas hama sudah dilakukan oleh petani, namun tidak membuahkan hasil.

“Hama padi yang kerap merajalela berkepanjangan, atau menyerang setiap menjelang masa panen, tentu harus ada solusi pemikiran bersama bagaimana cara memberantasnya,” ujarnya.

Bawor mengakui, penurunan hasil panen ini bukan satu-satunya yang diakibatkan hama, tapi mungkin karena faktor cuaca. Namun, terlepas faktor itu semua, sebaiknya tetap harus ada pemberian solusi dari berbagai pihak, karena produksi padi adalah bagian dari ketahanan pangan. Artinya, penurunan hasil panen bisa mengancam ketersedian stock di daerah. (Nanks/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles