Hidup Andalkan Belas Kasihan Tetangga, Nek Eyem tak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah Ciamis

03/09/2017
Hidup Andalkan Belas Kasihan Tetangga, Nek Eyem tak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah Ciamis

Nek Eyem (61), warga miskin di Dusun Sindangjaya, RT 24 RW 05, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, belum pernah sekalipun mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Foto : Suherman/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Nek Eyem (61), warga miskin di Dusun Sindangjaya, RT 24 RW 05, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, ketika ditemui Koran HR, Senin (28/08/2017) lalu, mengaku, belum pernah sekalipun mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.

“Selama ini saya belum pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah. Bahkan di saat tetangga saya yang ekonominya meningkat, menerima kartu KIS, saya malah tidak terdaftar,” katanya.

Informasi yang berhasil dihimpun Koran HR, menyebutkan, Nek Eyem saat ini hidup dalam kondisi memprihatinkan. Dia tinggal di rumah yang tidak layak huni. Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, Nek Eyem mengandalkan belas kasihan orang lain.

Kasi Kesra Desa Neglasari, Hermawan, ketika ditemui Koran HR, Senin (28/08/2017), mengatakan, Nek Eyem selama ini memang belum tersentuh bantuan apapun yang bersumber dari program pemerintah.

Hermawan juga mengaku tidak mengerti terkait data warga miskin yang dimiliki pemerintah karena selalu tidak sesuai dengan data warga miskin yang ada di daerah.

“Padahal Nek Eyem benar-benar keluarga miskin yang butuh perhatian dari pemerintah. Bahkan untuk keperluan sehari-hari saja, seperti makan, dia mengandalkan dari belas kasihan tetangga,” katanya.

Kepada Koran HR, Hermawan mengaku pihaknya sudah mengajukan usul dan memasukkan Nek Eyem dalam data warga miskin. Pihaknya heran, setiap data yang diterbitkan pemerintah justru berbeda dengan data terbaru dari lapangan. 

“Kami heran kenapa data terbaru dari kami selalu berbeda dengan data yang diterbitkan oleh pemerintah. Hal seperti inilah yang menjadi pertanyaan kami. Buat apa ada update data jika hasil yang keluar tetap data lama. Ini yang terjadi di desa kami,” katanya.

Petugas TKSK Kecamatan Pamarican, Ana Suryana, S.Ip, ketika ditemui Koran HR, Selasa (28/08/2017) lalu, menurutkan, Nek Eyem sudah masuk dalam pemutakhiran data. Pihaknya tidak menyangkal, data yang diterbitkan pemerintah justru data yang lama.

“Meski tidak masuk dalam data, namun kami (TKSK) sudah berkordinasi langsung dengan Dinas Sosial Kabupaten Ciamis. Insyaallah, tahun 2018 nanti, Nek Eyem akan mendapatkan bantuan Rutilahu. Dan untuk kartu sehat, nanti akan diberikan Kartu Waluya,” terangnya. (Suherman/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles