Kisah ODHA di Banjar, Hidup Sehat Hingga Miliki Istri Negatif HIV/AIDS

Kisah ODHA di Banjar, Hidup Sehat Hingga Miliki Istri Negatif HIV/AIDS

Obat antiretroval (ARV) yang dikonsumsi setiap hari Odha. Foto: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah pria itu secara kasat mata tampak sehat, meski mereka adalah orang dengan HIV/AIDS (Odha), namun tidak ada yang berbeda dengan orang pada umumnya.

Saat HR Online berbincang-bincang dengan sejumlah Odha asal Kota Banjar, salah satu di antaranya mengaku tengah menanti kehadiran buah hati pertamanya yang kini sedang dikandung oleh istrinya.

“Alhamdulillah sebentar lagi jadi ayah. Meski saya Odha, namun istri saya tidak terjangkit HIV/AIDS dan mudah-mudahan anak saya nanti tidak kena,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga mengaku selama berjuang dengan virus yang mendekam di dalam tubuhnya itu hampir 4 tahun lamanya tidak mengurangi aktifitas sehari-harinya. Bahkan, kondisi tubuhnya pun sehat.

“Saya sehat dan tidak ada keluhan apapun mengenai kondisi tubuh. Bedanya, saya setiap hari harus mengkonsumsi obat antiretroviral (ARV) yang saya dapat dari RSUD Banjar,” imbuhnya.

Sejak dirinya divonis Odha oleh dokter, ia termotivasi bahwa Odha pun bisa sehat dan menjalankan aktifitas seperti biasanya. Bahkan, ia membuktikan dengan bahwa Odha pun bisa memiliki anak dan istri yang mana negatif HIV/AIDS.

Syararatnya, kata ia, Odha harus rajin memeriksakan ke dokter atau ke pelayanan guna mengetahui kondisi tubuh serta pengobatan yang tepat, khususnya obat ARV.

“Saya sarankan siapapun yang memiliki gejala ataupun ada indikasi HIV/AIDS harus berani memeriksakan ke dokter atau rumah sakit supaya bisa segera ditangani. Dengan ARV, virus yang ada di dalam tubuh tidak akan berkembang,” tegasnya.

Di saat yang sama, Odha lainnya juga mengatakan hal senada. Dirinya mengaku tubuhnya sehat terus seperti orang pada umumnya meski setiap hari ia tak bisa lepas dari mengkonsumsi obat dari RSUD.

Ketika awal tahu terjangkit HIV/AIDS dari dokter dan pertama kali mengkonsumsi ARV, ia mengaku mulai merasakan efek samping dari obat tersebut, yakni merasa mual, lelah serta diare.

“Itu cuma awalnya saja, mungkin lagi penyesuaian obatnya dengan tubuh. Setelah itu, saya sudah biasa lagi,” ujarnya.

Jadi, kata ia, Odha atau siapapun yang belum memeriksakan ke dokter perihal HIV/AIDS tidak perlu takut. Sebab, dengan ARV virus di dalam tubuh tidak akan berkembang dan tidak akan menularkan ke orang lain selagi dalam pengawasan serta patuh terhadap anjuran dokter.

“Berkat motivasi dan perjuangan para aktifis, meski saya Odha, namun saya punya masa depan, punya impian seperti orang sehat pada umumnya,” pungkas ia. (Muhafid/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles