Korban Pencabulan di Parigi Pangandaran Terus Bertambah, Kini Tercatat 34 Orang

Korban Pencabulan di Parigi Pangandaran Terus Bertambah, Kini Tercatat 34 Orang

Sejumlah orangtua yang mengaku anaknya korban pencabulan pria paruh baya berinsial DS (56), saat membuat laporan di Mapolsek Parigi, Kamis (14/09/2017) malam. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Jumlah korban kasus pencabulan anak di bawah umur dengan pelaku seorang pria paruh baya berinsial DS (56), warga Dusun Sirnagalih RT 02/RW 10 Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, hingga Kamis (14/09/2017) malam, tampaknya terus bertambah. Dari laporan yang masuk ke Polsek Parigi, tercatat 34 anak perempuan di bawah umur yang masih duduk di bangku sekolah SD diduga menjadi korban pelampiasan nafsu syahwat pelaku.

Kapolsek Parigi, AKP Lubis, mengatakan, hingga Kamis (14/09/2017) malam, jumlah pelapor atau orangtua yang mengaku anaknya menjadi korban pencabulan pelaku terus bertambah. Awalnya, kata dia, pihaknya hanya menerima pengaduan dari 8 orangtua yang mengaku anaknya jadi korban pelaku. Namun, semakin larut malam, jumlah pelapor terus bertambah hingga akhirnya tercatat 34 anak perempuan di bawah umur diduga menjadi korban pencabulan pelaku.

Berita Terkait: Dugaan Pencabulan di Pangandaran, Ratusan Warga Datangi Polsek Parigi

“Saat 8 orangtua melaporkan pelaku dengan tuduhan kasus pencabulan ke Polsek Parigi, informasinya langsung menyebar ke telinga warga. Mungkin karena 8 anak di bawah umur itu berteman dalam satu sekolah SD, membuat orangtua lainnya bertanya kepada anaknya yang sama dalam satu sekolahan. Mungkin pengakuan anak-anaknya sama, sehingga para orangtua lainnya ikut melapor,” ungkapnya, kepada HR Online, tadi malam.

Berita Terkait: Aksi Cabul Pria Paruh Baya di Parigi Pangandaran Ini Ternyata Sudah Berlangsung Lama

Lubis menambahkan pihaknya masih menunggu apakah jumlah korban terus bertambah atau tidak. Namun, dia berharap tidak ada lagi korban lainnya. “Laporan dari orangtua korban terus kami tampung, sembari melakukan penyelidikan lebih dalam terkait kasus ini,” ujarnya.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Parigi, Aiptu Ajat, terbongkarnya kasus pencabulan anak di bawah umur ini setelah Bunga (nama samaran) melaporkan kepada orangtuanya bahwa dirinya telah diperlakukan tidak senonoh oleh pelaku. Setelah mendengar laporan dari anaknya, membuat orangtuanya tidak terima dan langsung membawa kasus ini ke jalur hukum.

Berita Terkait: Diduga Cabuli Bocah di Bawah Umur, Pelaku Diamankan Polsek Parigi Pangandaran

“Setelah orangtua Bunga datang ke Polsek Parigi, ternyata tak berselang lama kembali datang orangtua lainnya. Mereka pun sama mengaku bahwa anaknya menjadi korban pencabulan pelaku,” ujarnya.

Sementara itu, Polsek Parigi langsung melimpahkan penanganan kasus ini ke Polres Ciamis, berikut juga menyerahkan berkas pemeriksaan dan pelimpahan penahan pelaku. Hal itu dilakukan demi keamanan pelaku. Pasalnya, warga yang merasa muak dan marah terhadap prilaku bejat pelaku, hingga malam tadi terus berdatangan ke Polsek Parigi. “Demi kondusifitas dan agar pemeriksaannya lebih intensif, kami putuskan untuk penanganan kasus ini langsung dilimpahkan ke Polres Ciamis, “ kata Lubis. (Ntang/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles