Miliki Stadion Bagus, Persikoban Belum Juga Ikut Kompetisi Liga 3

22/09/2017
Miliki Stadion Bagus, Persikoban Belum Juga Ikut Kompetisi Liga 3

Pertandingan 16 besar liga 3 group 1, di Sport Center Langensari Banjar. Foto: Nanang Supendi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kota Banjar telah lama ini memiliki pusat kawasan olahraga lengkap atau Sport Center yang berlokasi di Kecamatan Langensari. Fasilitas yang ada di dalamnya salah satunya stadion sepakbola yang layak digunakan untuk event besar sekelas liga 3 atau 2 nasional.

Namun sayang, keberadaan stadion tersebut tidak diiringi dengan adanya keinginan serius untuk memiliki klub tangguh, seperti halnya di era 80-an, dimana Banjar memiliki Persiban yang gaungnya dikenal hingga tingkat nasional.

Sejarah persepakbolaan Kota Banjar selama dua dasawarsa ini terus menukik, tanpa ada pembinaan dan gelaran berbagai jenjang kompetisi di berbagai kelompok usia. Sehingga, Persikoban mati suri dan belum mampu mengikuti pertandingan minimal liga 3.

Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jabar pun menyayangkan akan kondisi sepakbola Kota Banjar. Padahal, dorongan dan mengkampanyekan sepakbola di setiap daerah Jabar untuk bangkit terus disuarakan.

Menurut pengurus Asprov PSSI Jabar Bidang Pengembangan Usia Muda, Adeng Hudaya, untuk memajukan kembali sepakbola di Kota Banjar, semua pihak yang ada di kota ini harus berbenah.

“Fasilitas pendukungnya berupa stadion sepakbola ini sudah bagus dan layak, mau apa lagi. Munculkan kembali Persiban era 80-an dan ikut liga,” tandas Adeng Hudaya, saat ditemui Koran HR disela-sela pertandingan 16 besar liga 3 group 1, di Sport Center Langensari Banjar, Sabtu (16/09/2017) lalu.

Dia menilai, sepakbola Kota Banjar berpotensi maju, karena potensi pemainnya banyak. Bahkan, dulu di era 80-an kala Persiban berjaya, banyak pemain handal muncul dan menjadi pemain nasional.

“Tapi sekarang kenapa tidak ada, termasuk Persikoban masih belum juga ikut Kompetisi Liga 3. Makanya kompetisi jenjang berbagai umur harus digalakan terselenggara di sini. Stadion bagus ini jadikan motivasi dan Persikoban pantasnya bukan ikut liga 3, tapi liga 2,” tandasnya.

Adeng Hudaya, yang merupakan mantan pemain Persib Bandung, mengaku sudah menyampaikan hal tersebut kepada pengurus Askot PSSI Banjar. Karena, bagaimanapun adanya stadion yang representatif ini menjadi ajang promosi dan bisa meningkatkan citra sepakbola Kota Banjar.

“Lapang sebagus ini harus dihidupkan dengan sering menggelar event sepakbola, tak terkecuali diawali pembinaan pemainnya. Tarik simpati warga, agar sama-sama terbangun ikut bentuk Persikoban,” tandasnya.

Adeng juga menegaskan, bahwa sepakbola adalah sebuah industri dan dengan sendirinya akan menambah kehidupan dan keramaian sebuah kotanya. Manfaatkan dan maksimalkan fasilitas Sport Center yang ada guna pembangunan bidang olahraga, tak terkecuali sepakbolanya.

Di tempat yang sama, Eli Suherli, salah satu perangkat pertandingan dari Kabupaten Ciamis, yang juga merupakan pituin asli Kota Banjar, mengaku tak habis pikir dengan kondisi persepakbolaan Kota Banjar, yang belum tergerak lagi memunculkan tim sepakbola kebanggaan daerahnya.

“Saya bisa dibilang salah satu saksi sejarah kalau Banjar ini dulu tahun 80-an punya banyak pemain bagus-bagus. Kala saya masih bermain bola, Persiban itu disegani. Tapi mengapa sekarang tidak ada. Munculkan dong pembinaan usia mudanya supaya Persikoban bisa hidup lagi,” tandas Eli.

Pelatih Bina Putra Centra Kabupaten Cirebon, Rudi Hermawan, juga menyayangkan Kota Banjar mempunyai stadion layak tapi tak miliki tim sepakbola dan ikut serta dalam kompetisi liga Jabar.

“Mestinya kan harus diimbangi pula punya tim sepakbolanya yang ikut liga. Jadi tak sia-sia membangun kawasan olahraga ini yang dimungkinkan menelan biaya besar kalau punya tim sepakbola yang ikut berkiprah dalam liga Jabar,” ujar Rudi.

Sementara itu, Ketua Askot PSSI Banjar, Dadang Kalyubi, mengapresiasi penunjukkan Asprov PSSI Jabar kepada Banjar untuk menyelenggarakan pertandingan lanjutan 16 besar grup 1 Kompetisi Liga 3 Jabar 2017, dan menyatakan kesiapannya atas dorongan agar Persikoban ikut liga 3.

Dia pun berharap, dengan adanya ajang pertandingan Kompetisi Liga 3 Jabar yang berlangsung di Banjar, bisa dijadikan motivasi klub-klub yang ada di Kota Banjar untuk melahirkan atlet atau pemain-pemain Persikoban.

“Untuk menggairahkan klub-klub sepakbola di Kota Banjar, Askot PSSI Banjar akan menggelar Liga Kota Banjar. Insya Allah akan dilangsungkan pada bulan Oktober mendatang,” katanya.

Dadang menjelaskan, gelaran Liga Kota Banjar itu muaranya untuk membentuk dan menghidupkan kembali Persikoban. Maka, tahun 2018 mendatang Persikoban ditargetkan bisa ikut Kompetisi Liga 3 Jabar. (Nanks/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles