Musim Kemarau Bawa Berkah Pengrajin Bata Merah di Pangandaran

Musim Kemarau Bawa Berkah Pengrajin Bata Merah di Pangandaran

Salah satu pengrajin bata merah di Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Sejak musim kemarau melanda berbagai daerah, di Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran ternyata dimanfaatkan sebagian warga untuk meningkatkan produksi bata merah.

Yoyo, salah satu warga, mengatakan, sejak musim kemarau terjadi, dirinya mengaku mendapatkan keuntungan lumayan lantaran bata merah yang diproduksinya lebih cepat terjual dibandingkan pada musim hujan.

“Apalagi saat ini Pemkab Pangandaran sedang gencar melakukan pembangunan yang berdampak besar kebutuhan bata merah. Menurut saya, kebutuhan bata merah untuk proyek pemerintah mengalami peningkatan hingga 75 persen dibanding sebelumnya,” ujar Yoyo kepada Koran HR, Senin (04/09/2017) lalu.

Di musim kemarau ini, kata ia, bata merah yang dibuat para pengrajin lebih cepat kering karena panas matahari sangat mendukung. Sementara itu, proses pembuatan hingga dibakar, Yoyo mengungkapkan hanya membutuhkan waktu dua Minggu. Sedangkan pada musim hujan, ia perlu waktu 1 hingga 1,5 bulan.

Meskipun musim kemarau menguntungkan dirinya, Yoyo mengaku tidak ada penambahan pegawai, yakni tetap enam orang.

“Dari setiap pegawai, bisa memproduksi hingga 2000 bata. Artinya, selama satu hari bisa mencapai 12.000 bata merah dari semua pegawai. Alhamdulillah berkah kemarau kita bisa meningkat penghasilannya,” pungkas Yoyo.

Di lokasi berbeda, Kepala Desa Paledah, Seno, menyebutkan di wilayahnya para pengrajin bata merah mencapai 200 orang. Ia mengaku bahwa bata merah dari desanya tersebut dinilai sangat bagus dibandingkan dengan daerah lain. Sebab, hingga saat ini bata merah yang dijual bisa tembus hingga ke luar Jawa Barat.

“Kalau musim kemarau itu pengrajin bata bahagia, berbeda saat musim hujan tiba. Sebab, mereka masih mengandalkan proses pengeringan dengan bantuan sinar matahari sebelum proses pembakaran,” ujarnya.

Keuntungan musim kemarau tidak hanya dirasakan pengarajin bata merah. Di lokasi berbeda, sejumlah pengrajin ikan asin di Blok Katapang Doyong Desa Pangandaran juga merasakan untungnya di musim kemarau.

Menurut Ujang, salah satu pengrajin, dengan teriknya sinar matahari, proses pengeringan ikan asin jadi lebih cepat dari biasanya dan tidak membutuhkan waktu lama.

“Kali ini proses pengeringan jadi lebih cepat dan pemenuhan kebutuhan pasar bisa terlayani. Saya setiap mengirim barang, bisa capai ratusan kwintal ke wilayah Bandung, Jakarta maupun kota lainnya,” jelas Ujang. (Ntang/R6/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles