Omzet Penjual Daging di Pasar Kawali Ciamis Masih Rendah

12/09/2017 0 Comments
Omzet Penjual Daging di Pasar Kawali Ciamis Masih Rendah

Pasca Hari Raya Idul Adha, pedagang daging sapi di bilangan Pasar Galuh Kawali mengeluh. Pasalnya daya beli masyarakat terhadap daging menurun drastis. Foto : Eji Darsono/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pasca Hari Raya Idul Adha, pedagang daging sapi di bilangan Pasar Galuh Kawali mengeluh. Pasalnya daya beli masyarakat terhadap daging menurun drastis. Kondisi itu tidak seperti hari-hari biasa.

Elis, salah satu pedagang daging di Pasar Galuh Kawali, ketika ditemui Koran HR, Senin (04/09/2017) lalu, mengatakan, meski Idul Adha sudah berlalu namun daya beli masyarakat terhadap daging sapi menurun drastis.

Menurut dia, omzet penjualan menurun hingga mencapai 50 persen. Padahal biasanya, dalam satu hari mampu menjual sedikitnya 80-100 kilogram daging sapi. Namun kini paling banter daging sapi terjual hanya 20-25 kilogram.

“Padahal harga jual daging sapi masih stabil, di kisaran Rp. 120.000 perkilogram. Saya belum bisa memprediksi kapan akan kembali seperti semula,” katanya.

Sementara itu, pedagang daging yang enggan disebutkan namanya, membenarkan omzet penjualannya turun bertepatan dengan momen Idul Adha 2017. Menurut dia, mayoritas masyarakat mendapatkan daging qurban sehingga tidak membelinya di pasar.

“Terlebih warga yang berqurban di wilayah Kawali kebanyakan memilih sapi,” katanya.

Penurunan omzet penjualan bukan hanya dirasakan oleh para pedagang daging sapi saja, tapi juga dirasakan oleh para pedagang domba. Seperti halnya Kasman, pedagang domba asal Kawali.

“Omzet penjualan menurun drastis,” katanya.

Menurut Kasman, rendahnya minat warga untuk mengkonsumsi daging domba menjadi penyebab, sehingga warga yang berkurban kebanyakan memilih sapi. Bau amis pada daging domba membuat masyarakat kurang tertarik untuk qurban domba.

“Padahal itu tergantung bagaimana cara menyembelihnya. Kalau motongnya benar pasti tidak akan bau,” katanya.

Rani, pedagang daging di Blok F Pasar Galuh Kawali, mengatakan, Idul Adha berbeda dengan momen Hari Raya Idul Fitri. Kalau Idul Fitri, penjualan daging mengalami kenaikan yang cukup signifikan karena banyak permintaan masyarakat.

Meski omzet mengalami penurunan, Rani mengaku tidak mempermasalahkannya. Menurut dia, sekalipun pembeli yang datang ke pasar kurang, daging jualannya tetap laku. Alasannya karena banyak pemesan yang datang langsung ke rumah. (Dji/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!