Pemkab Pangandaran Ajak PNS Gunakan Gas LPG Non Subsidi

Pemkab Pangandaran dan Pertamina saat mensosialisasikan Bright Gas ukuran 5,5 kilogram kepada PNS di Pangandaran. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Pemkab Pangandaran menyatakan dukungan ke pemerintah terkait kebijakan PNS untuk menggunakan Gas LPG non subsidi.

“Kita himbau semua dinas dan pegawai untuk menggunakan Gas LPG non subsidi. Ini bentuk komitmen kita ke pemerinta, khususnya melalui Pertamina,” ujar Wakil Bupati Pangandaran H. Adang Hadari, Selasa (05/09/2017) lalu.

Ia mengatakan, PT. Pertamina dan Pemkab Pangandaran sudah bersinergi untuk menggunakan gas non subsidi sebagai langkah membantu program pemerintah dalam mewujudkan subsidi yang tepat sasaran sesuai Permen ESDM Nomor 26 tahun 2009.

Branch Marketing Pertamina Wilayah Jawa Barat Susi Aryani Prasetya mengatakan, minat masyarakat untuk menggunakan Bright Gas ukuran 5,5 kilogram sangat tinggi. Ia menyebutkan, bahwa banyak ibu rumah tangga menilai Gas LPG ukuran 3 kilogram ukurannya sangat kecil dan ringan dibawa serta harganya terjangkau. Meski begitu, ia mengajak untuk menggunakan Bright Gas ukuran 5,5 kilogram kepada PNS sebagai role model untuk masyarakat.

“Bright Gas ukuran 5,5 kilogram menawarkan tiga keunggulan bagi para konsumen, di antaranya lebih aman dengan fitur katup ganda. Sehingga, dua kali lebih aman dalam mencegah kebocoran pada kepala tabung. Selanjutnya fitur keamanan diperkuat dengan segel resmi pertamina yang dilengkapi dengan hologram yang tidak dapat dipalsukan. Dan yang terakhir adalah total berat dan termasuk isinya mencapai 12,6 kilogram,” jelasnya. 

Dari informasi yang dihimpun Koran HR, Bright Gas ukuran 5,5 kilogram pertama kali diluncurkan pada tanggal 23 oktober 2015 silam. Saat ini, Bright Gas ukuran 5,5 kilogram sudah tersedia hampir di seluruh kabupaten/kota di Indonesia, termasuk di Kabupaten Pangandaran. (Ntang/R6/Koran HR)

KOMENTAR ANDA