Penipuan CPNS di Pangandaran, Pelaku Raup Setengah Miliar

Korban penipuan CPNS saat menunjukkan bukti transaksi keuangan yang dikirim kepada pelaku. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Aksi penipuan kembali terjadi di Pangandaran yang melibatkan belasan warga asal Padaherang. Para korban mengaku tertipu oleh oknum PNS yang mengaku bekerja di Kementrian Agama dan Kementrian Pendidikan Pusat. Dengan modus menjadi PNS melalui tes CPNS, kedua oknum tersebut meraup uang dari korbannya hingga setengah miliar.

Nendar, salah satu korban penipuan CPNS, menyebutkan dirinya sudah memberikan uang sebesar Rp. 175 juta untuk ikut tes CPNS tahun 2014 di Kementerian Pendidikan. Namun, hasil yang diharapkan sia-sia karena tak kunjung mendapatkan informasi dari pelaku dan juga tidak mengikuti tes CPNS.

“Saya kenal dengan orangnya dan pernah ke rumahnya di Jakarta. Namun, sejak itu pelaku sulit dihubungi hingga saat ini,” ujarnya kepada Koran HR.

Hal senada juga diungkapkan korban lainnya asal Kecamatan Padaherang, Kurniawan. Ia juga mengaku menjadi korban setelah menyetorkan sejumlah uang ke pelaku demi bisa masuk CPNS untuk di Kementrian Agama. Karena tak kunjung mendapatkan kejelasan dan yakin hal tersebut merupakan bentuk penipuan, akhirnya ia bersama para korban lainnya melaporkan ke Kepolisian.

“Kita ingin uang yang telah diberikan segera dikembalikan oleh pelaku dan harus mendapatkan hukuman yang setimpal. Makanya kita laporkan ke Kepolisian,” ujarnya.

Dari iformasi yang diterima Koran HR, belasan korban tersebut memiliki tanda bukti penyetoran uang kepada pelaku baik transfer melalui bank maupun tanda pembayaran yang dibubuhi materai serta tanda tangan pelaku. Tak hanya itu, para korban juga memiliki foto pelaku yang digunakan untuk bukti pelaporan ke Polres Metro Jakpus tertanggal 09 Januari 2017.

Sementara itu, dari jumlah uang yang diberikan para korban, tercatat mencapai Rp. 493 juta atau hampir setengah miliar dari pembayararan para korban yang cukup variatif dan dilakukan secara berangsur maupun kontan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pangandaran, Muhlis, mengaku kaget mendengar informasi penipuan CPNS dan sama sekali dirinya tidak mengetahui.

“Saya kaget sekali dengar itu. Hingga saat ini, di Pangandaran tidak ada lowongan untuk CPNS. Jika pun ada, nanti kita informasikan kepada masyarakat melalui berbagai media. Saya harap kepada masyarakat untuk jangan mudah percaya dengan isu ataupun janji kepada siapapun yang menjanjikan bisa masuk CPNS. Kita menghimbau kepada masyarakat untuk langsung saja cari informasi ke BKD Pangandaran dan kita terbuka,” tegasnya. (Ntang/R6/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar