Petani di Desa Sukamulya Ciamis Rindukan Normalisasi Irigasi

Tanaman padi di areal pesawahan wilayah Desa Sukamulya tampak mengering. Photo: Suherman/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Guna meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pertanian, Pemerintah Desa Sukamulya, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, menilai perlu adanya langkah konkrit yang diambil oleh pihak pemerintah terkait, untuk menyelesaiakan persoalan yang saat ini tengah mencekik ratusan petani di wilayah Desa Sukamulya.

Pasalnya, sudah beberapa tahun ini para petani di Desa Sukamulya selalu mengalami gagal panen akibat buruknya saluran irigasi yang berada di areal pesawahan seluas lebih dari 500 hektare.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Desa Sukamulya, Jajat Sudrajat, kepada Koran HR, Selasa (29/08/2017) lalu. Untuk itu, pihaknya selalu berharap adanya upaya cepat dari pemerintah yang berwenang, terkait penanganan kasus yang menimpa ratusan petani di desanya.

“Sudah beberapa tahun ini petani di desa kami selalu mengalami gagal panen, seperti halnya di tahun 2017 ini,” terangnya.

Lanjut Jajat, saat ini para petani tengah mendambakan adanya langkah konkrit dari pemerintah terkait penanganan normalisasi saluran Apur Kalenkendal yang sejak lama kondisinya dangkal.

Karena, dampak dari pendangkalan ini, sekitar 550 hektare areal pesawahan mengalami gagal panen. Selain berdampak terhadap nasib para petani, permasalahan tersebut juga berimbas pada pembayaran pajak di wilayah Desa Sukamulya. Rata-rata petani menunggak bayar pajak dengan alasan sawahnya tidak bisa panen. Hal inilah yang menjadi kendala besar di Desa Sukamulya saat ini.

“Kendala tersebut sudah menjadi momok yang terus dijadikan alat untuk memojokan kami selaku pemerintah desa. Padahal sebenarnya itu bukan kewenangan kami. Kami hanya sebatas mengusulkan, namun usulan kami hingga saat ini belum mendapat respon yang memuaskan,” tutur Jajat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran HR di lapangan, ratusan hektare lahan pesawahan di Desa Sukamulya memang kondisinya tidak sesuai harapan para petani. Saat turun hujan, hamparan sawah yang luas selalu kebanjiran, dan cepat kering di saat masuk musim kemarau. (Suherman/Koran HR)

KOMENTAR ANDA