(Pilkada Ciamis) PDIP Tertibkan Atributnya yang Dipasang di Pohon dan Tiang Listrik

Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Ciamis, Ohan Hidayat, saat memantau gerakan penertiban atribut bakal calon bupati dari PDIP yang dipasang di pohon dan tiang listrik. Gerakan penertiban ini dintruksikan kepada seluruh kader PDIP hingga di tingkatan bawah. Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pengurus DPC PDIP Kabupaten Ciamis memerintahkan kepada seluruh kadernya untuk melakukan penertiban atribut sosialisasi bakal calon bupati Ciamis dari internal PDIP yang dipasang di pohon, tiang listrik dan sejumlah tempat yang dianggap melanggar dan mengganggu estetika kota.

Langkah itu dilakukan sebagai bentuk tanggungjawab dari adanya kesalahan yang dilakukan kader PDIP ketika memasang atribut di tempat terlarang.

Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Ciamis, Ohan Hidayat, mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah mengingatkan kepada kader PDIP agar tidak memasang atribut bakal calon bupati Ciamis dari PDIP di tempat yang dilarang atau mengganggu estetika kota. Bahkan, tambah dia, pihaknya pun sudah mewanti-wanti agar atribut tidak dipasang di pohon, apalagi dengan menancapkan paku, karena bisa mengancam keberlangsungan pohon tersebut.

“Tapi tidak semuanya atribut bakal calon bupati dari PDIP dipasang di pohon atau tiang listrik. Malah, kalau dibanding dengan bakal calon lain, pemasangan atribut bakal calon bupati dari PDIP terbilang paling sedikit yang melanggar. Namun begitu, tetap saja melanggar dan harus ditertibkan,” ujarnya, kepada HR, Selasa (27/09/2017).

Ohan mengatakan, meski sudah diberi arahan dan diingatkan, tetapi tetap saja ada kader PDIP yang membandel. Pihaknya, tambah dia, tidak hanya melakukan penertiban saja, tetapi juga mencari tahu siapa kader PDIP yang melakukan kesalahan saat memasang atribut untuk diberi pembinaan.

“Kami langsung menegur kader kami atau pengurus PDIP kecamatan dan desa setempat sebagai bentuk pembinaan agar tidak mengulangi kesalahan. Selain menegur, kami pun meminta atribut yang melanggar itu agar ditertibkan dan dipasang kembali di tempat yang sepatutnya,” ujarnya.

Menurut Ohan, pemasangan baliho atau benner sosialisasi bakal calon bupati tidak menyalahi aturan selama KPUD belum menetapkan pasangan calon. Kalau KPUD sudah menetapkan pasangan calon, lanjut dia, baru harus dibersihkan, karena yang berhak memasang atribut pasangan calon di ruang publik hanyalah KPUD.

“Pemasangan atribut sosialisasi bakal calon tidak dilarang. Asalkan pemasangannya di tempat-tempat yang tidak mengganggu estetika kota dan lingkungan. Seperti dipasang di pekarangan rumah, titik reklame resmi atau di tempat umum yang titiknya tidak mengganggu estetika dan kenyamanan pengendara jalan. Di pasang di pinggir jalan pun tidak dilarang. Tetapi dipasangnya dengan memakai pasangan kayu atau bambu dan tidak menempel di tiang listrik atau pohon,” ujarnya.

Ohan mengungkapkan, penertiban atribut bakal calon bupati Ciamis dari PDIP hingga saat ini masih berlangsung. Bahkan, kata dia, dirinya langsung turun ke lapangan untuk memantau penertiban yang dilakukan kader PDIP. “Sudah kami intruksikan kepada seluruh PAC dan Ranting PDIP di daerah untuk membantu gerakan ini. Kami akan terus pantau untuk memastikan tidak ada lagi pemasangan atribut bakal calon bupati dari PDIP yang melanggar,” ujarnya. (R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA