Pintu Gerbang Tower BTS di Bangunjaya Ciamis Digembok Warga

Pintu Gerbang Tower BTS di Bangunjaya Ciamis Digembok Warga

Warga Dusun Bangunjaya, Desa Sukajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, saat memasang kunci gembok pada pintu gerbang tower/menara BTS. Photo: Suherman/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Puluhan warga Dusun Bangunjaya, Desa Sukajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, memasang kunci gembok pada pintu gerbang tower/menara BTS, Jum’at (15/09/2017) pagi tadi. Hal itu mereka lakukan sebagai aksi protes karena pihak pengusaha dianggap telah merugikan mereka.

“Selama berdirinya tower ini tahun 2015, pihak perusahaan tidak memikirkan nasib kami yang berada di lingkungan berdirinya tower. Bahkan, hingga masa perpanjangan pun, kami di sini tidak pernah diajak musyawarah oleh pihak pengembang,” tutur Edi, salah seorang warga setempat, kepada HR Online, Jum’at (15/09/2017).

Dia juga mengatakan bahwa hal itu membuat warga yang ada di sekitar berdirinya tower merasa kecewa. Terlebih saat ini sudah banyak kejadian yang merugikan warga sekitar, seperti kerusakan televisi hingga menyangkut ke KWH listrik.

“Untuk KWH, saya sudah tiga kali mengalami kerusakan akibat tersambar petir, dan tiga TV tetangga juga sama rusak akibat petir. Namun, saat hendak mengajukan ganti rugi, kami bingung harus kemana. Karena dari pihak pengembang seolah mempermainkan keluhan kami,” ujar Edi.

Hal senada dikatakan Ujang, warga lainnya, bahwa sejak berdirinya tower tersebut, warga sekitar hanya menerima uang kompensasi sebesar Rp.100.000 per kepala keluarga (KK) yang jumlahnya ada 30 KK.

“Duku saat menerima uang kami tidak tahu kalau itu bentuk kompensasi, karena pihak pengembang saat itu tidak pernah melakukan sosialisasi kepada kami, hanya ada petugas datang secara door to door untuk meminta tanda tangan dari kami,” terangnya.

Menurut Ujang, masa berlaku izin tower tersebut sudah habis pada tahun 2010 sesuai kontrak. Namun, saat ada perpanjangan kembali warga sekitar tidak diberi tahu, sehingga banyak warga yang bertanya-tanya.

Padahal, kata Ujang, mestinya pihak pengembang melakukan sosialisasi lagi kepada warga, mengingat saat ini warga sudah mulai resah dengan keberadaan tower di sini. Apalagi di lokasi tower sangat minim penerangan, dan lampu mercusuarnya juga sudah mati sejak tiga tahun silam.

Bahkan, perpanjangan kontrak tower tersebut diduga belum mempunyai izin dari dinas terkait. Hal itu terlihat dari papan informasi perizinan dari Diskominfo Kabupaten Ciamis, yang terpasang masa berlaku izin tertera habis pada tahun 2014.

“Itu pun ada kejanggalan, di mana angka 4-nya dibuat menyusul menggunakan solasiban hitam yang dibentuk angka 4,” pungkas Ujang. (Suherman/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles