Protes Soal Pungutan Sekolah, Orang Tua Siswa SMAN 2 Banjarsari Ciamis Lakukan Audiensi

Protes Soal Pungutan Sekolah, Orang Tua Siswa SMAN 2 Banjarsari Ciamis Lakukan Audiensi

Sejumlah orang tua siswa SMAN 2 Banjarsari, Kabupaten Ciamis mengeluhkan adanya pungutan biaya yang dibebankan pihak sekolah, tanpa adanya musyawarah terlebih dahulu. Photo: Suherman/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah orang tua siswa SMAN 2 Banjarsari Kabupaten Ciamis terus melancarkan protes terhadap kebijakan komite dan sekolah. Mereka melakukan audiensi di mushola sekolah yang dihadiri Muspika setempat, Senin (11/08/2017) lalu.

Dalam audiensi tersebut berlangsung cukup alot, di mana beberapa orang tua siswa langsung mencecar sejumlah pertanyaan kepada jajaran komite dan pihak sekolah terkait pungutan biaya yang dianggap memberatkan mereka. Bahkan, dalam forum tersebut terjadi perdebatan cukup panas.

Aang Ucuy, salah satu orang tua siswa, saking tidak puas dengan hasil kerja komite yang seolah membela sekolah, Aang menyoalkan mekanisme pembentukan komite sekolah yang dianggap kurang adanya transparansi. Sehingga, dalam pelaksanaan tugas timbul gejolak.

“Adanya gejolak ini kita justru mempertanyakan sejauh mana tanggung jawab komite. Harusnya, setiap kali muncul kebijkan yang menyangkut soal anggaran yang ditanggung orang tua siswa, komite harusnya berinisiatif musyawarah dulu dengan kita sebagai orang tua siswa, bukan dengan anggota komite dan pihak sekolah saja,” tegas Aang kepada HR Online.

Dengan adanya musyarawah lebih dahulu, kata Aang, para orang tua bisa langsung mengajukan keberatan dengan adanya kebijakan yang dinilai tiba-tiba orang tua siswa diwajibkan membayar sumbangan yang  mana sudah ditetapkan besaran rupiahnya.

Baca Juga: Pungli di SMAN 2 Banjarsari Ciamis Bebani Orang Tua Siswa

Sodik, orang tua lainnya, juga mengungkapkan kekesalannya kepada jajaran komite. Pasalnya, komite dianggap tidak memberikan ruang kepada orang tua untuk melakukan musyawarah maupaun protes soal rancangan pembangunan sekolah yang berujung pungutan.

“Komite berdalih melakukan musyarawah dengan orang tua siswa, itu bohong. Saat itu saya juga hadir namun saat tidak diberi waktu yang cukup untuk menyampaikan pertanyaan maupun protes. Bahkan dari depan (jajaran komite), ada yang bicara jika  acara itu bukan acara jual beli. lalu dimana letak terjadinya musyawarah itu,” terangnya penuh kesal. (Suherman/R6/HR Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles