Soal Kematian Penyu di Pangandaran, Nelayan Dihimbau Tidak Gunakan Jaring Senggol

29/09/2017
Soal Kematian Penyu di Pangandaran, Nelayan Dihimbau Tidak Gunakan Jaring Senggol

Penyu raksasa yang ditemukan mati di Pantai Legokjawa Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Ditemukannya puluhan ekor penyu dalam keadaan mati di Pantai Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran beberapa waktu lalu menjadi perhatian sejumlah pihak, terumatam Pemkab Pangandaran.

Sebelumnya, 10 penyu terdiri dari 8 ekor penyu hijau dan 2 penyu jenis lekang ditemukan mati di Pantai Legokjawa yang diketahui Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmakmas) pada Kamis (21/09/2017) lalu. Tidak lama kemudian, satu penyu hijau tidak jauh dari lokasi juga ditemukan lagi sudah mati.

“Pada hari Minggu pagi sekitar pukul 06.30 WIB dikabarkan satu ekor penyu ukuran cukup besar ditemukan mati di bibir Pantai Parigi. Jadi totalnya yang mati dengan sebelumnya ada 12 ekor. Semuanya sudah dilaporkan ke Bupati, Dinas terkait, termasuk ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pangandaran,” jelas Wawan, Sekdis Kelautan Pangandaran, kepada Koran HR beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, membenarkan dirinya mendapatkan laporan puluhan penyu mati di bibir pantai. Ia mengaku langsung memerintah dinas terkait mencari penyebab kematian satwa langka yang dilindungi pemerintah tersebut.

“Kita sudah koordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan soal penyu mati. Dari kejadian ini, kita himbau kepada para nelayan agar berhati-hati saat menangkap atau menjaring ikan supaya tidak mengganggu keberadaan penyu. Hindari penangkapan ikan menggunakan alat-alat yang dilarang pemerintah,” tegasnya kepada Koran HR beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kelautan Pangandaran, Rida, mengungkapkan, sejak Bupati Jeje memerintahkan untuk menangani soal kematian penyu, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan BKSDA, TNI-AL dan Polair guna menyelidiki penyebab matinya puluhan penyu tersebut.

“Sebenarnya, soal penyu yang mati ini kewenangan penanganannya langsung oleh Pemerintah Provinsi Jabar. Jadi, kita hanya sebatas melakukan koordinasi tentang hal ini,” katanya kepada Koran HR, Senin (25/09/2017) lalu.

Meski begitu, lanjut Rida, dari hasil penelusuran sementara kematian penyu tersebut diduga akibat terkena jaring senggol nelayan yang tengah menangkap ikan.

“Kita sudah menghimbau kepada para nelayan. Bahkan, sejauh ini para nelayan di Majingklak yang disaksikan TNI-Al dan Polair sudah sepakat untuk tidak menggunakan jaring senggol agar tidak mengganggu kehidupan penyu. Kita dalam minggu-minggu ini akan melakukan operasi gabungan di laut untuk memastikan nelayan tidak menggunakan lagi jaring tersebut,” pungkasnya. (Ntang/R6/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles