Soal Penebangan di Pangandaran, Perhutani Mengaku Tidak Ada Masalah

Lokasi penebangan hutan yang dilakukan perhutani. Foto: Istimewa

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Humas Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten KPH Ciamis menanggapi perihal penebangan yang dilakukan di petak 99 dengan luas 5 hektar. Berdasarkan SPK no 46/Pelak.Teb.B/PSDH/CMS/Div./17 kelas hutan TJKL tahun tanam 1977 RPH Cigugur BKPH Cijulang dengan target produksi Kyp Mahoni 146,804 m3 menilau tidak ada persoalan apapun.

Baca Juga: Perhutani Tebang Hutan, DLHK Pangandaran Meradang

Menurut Andri, Humas Perhutani KPH Ciamis, persoalan yang kaitannya dengan surat permohonan Bupati Pangandaran disebutnya tidak menyebutkan tempat secara spesifik, hanya menyebutkan bahwa wilayah Langkaplancar dan Cigugur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai daerah konservasi dan serapan air.

“Terkait maraknya berita di media, saya hanya tahu di petak 9 C di Desa Bojongkondang yang sedang ada penanganan. Jadi, untuk petak 99 saya tidak tahu masalahnya apa,” ujar ia kepada Koran HR saat dihubungi melalui pesan instan WhatsApp, Selasa (05/09/2017) lalu.

Baca Juga: Meski Diprotes, Perhutani Tetap Tebang Hutan di Pangandaran

Saat dikonfirmasi terkait desakan alih fungsi dari hutan produksi menjadi hutan lindung, ia mengaku tidak bisa memberikan komentar. Sebab, itu kapasitas departemen dan dirinya hanya menunggu perintah saja.

“Iya bener itu yang ada plangnya berarti resmi dari Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten KPH Ciamis. Insya Allah resmi dan tidak ada masalah,” pungkas Andri. (Mad/R6/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar