(Pilkada Ciamis) Soal Penetapan Calon Bupati, PK Golkar Pertanyakan Keputusan DPP

14/09/2017 0 Comments
(Pilkada Ciamis) Soal Penetapan Calon Bupati, PK Golkar Pertanyakan Keputusan DPP

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Selain menyalahi alur dan diduga telah terjadi kebocoran mengenai surat penetapan Calon Bupati Kabupaten Ciamis dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Sejumlah Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Kabupaten Ciamis, mempertanyakan keputusan DPP yang memutuskan secara sepihak tanpa melibatkan pihak DPD Golkar Jabar dan Ciamis.

“Bukan hanya Wakil Ketua Pemenangan Pemilu Jabar saja yang akan mempertanyakan prosedural dan transparansi pihak DPP saat memutuskan surat penetapan tersebut. Kami juga akan mendesak pihak DPD Golkar Ciamis dan Jabar untuk mempertanyakan keputusan sepihak ini,” ujar Ketua PK Golkar Sadananya, Deni Wahyu Jayadi, saat dihubungi HR via telepon seluler, Senin (11/09/2017) lalu.

Terlebih, lanjut Deni, sebelumnya pihak DPP Golkar telah menyetujui untuk penetapan calon kepala daerah Kabupaten Ciamis ditunda hingga bulan Oktober. “Itu kan berdasarkan rapat yang digelar pihak DPP dengan DPD Jabar pada tanggal 4 September 2017. Tapi kenapa, secara tiba-tiba pihak DPP memutuskan pada tanggal 6 September, dua hari setelah rapat, tanpa mengajak kembali pihak DPD Jabar. Ada apa ini sebenarnya?,” ucapnya penuh tanya.

Baca Juga: (Pilkada Ciamis) Dibalik Keganjilan Surat DPP Golkar Untuk H. Iing

Landasan apa yang diambil pihak DPP dalam memutuskan sepihak seperti itu. Pertama, lanjut Deni, calon terpilih saat ini kalah telak dalam rapat pleno yang diperluas, diselenggarakan oleh DPD Golkar Ciamis pada tanggal (07/07/2017).

“Hasil Pleno itu menyatakan 79,6 jajaran pengurus Golkar se-Kabupaten Ciamis memilih Pak Herdiat, dan sisanya 20,4 persen memilih Pa Iing. Kalau dari sisi survei, Herdiat dinyatakan telah mengungguli Pa Iing, yang di realese lembaga survei pada bulan Agustus yang diselenggarakan Partai Demokrat,” paparnya.

Melihat fakta-fakta seperti itu, lanjut Deni, maka sudah tepat keputusan rapat tanggal 4 September, dengan memutuskan menunda hingga bulan Oktober. “Saya yakin bukan karena fakta-fakta tadi, kenapa DPP mengambil keputusan secara sepihak. Makanya kami akan mempertanyakannya,” tukasnya.

Hal senada dikatakan Ketua PK Ciamis, Mumu, saat dikonfirmasi HR via teledpon seluler, Selasa (12/09/2017). Menurutnya, keputusan DPP itu telah mengangkangi hasil rapat Pleno yang diperluas, sebagai mahkamah tertinggi dalam pengambil keputusan di partai.

“Kami ini organ terdepan dalam pemenangan setiap perhelatan politik. Bila kami saja sudah tidak didengar dan di hargai, mau dibawa kemana nasib partai Golkar di Ciamis,” ucapnya.

Untuk itu, Mumu dan sejumlah ketua PK Golkar lainnya akan mempertanyakan hal yang sama kepada pihak DPP atas keputusan sepihak tersebut.

Sebelumnya, Bakal Calon Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, secara mengejutkan mendulang suara terbanyak, saat pengurus DPD Partai Golkar Ciamis, menggelar voting pada rapat pleno usulan bakal calon bupati Ciamis, yang digelar di Gedung Golkar, Jum’at (07/07/2017). Herdiat meraih 301 suara atau 79,6 persen dengan mengalahkan Bakal Calon Bupati Ciamis Incumbent, Iing Syam Arifin, yang hanya meraih 77 suara atau 20,4 persen.

Herdiat mendulang dukungan suara terbanyak di berbagai tingkatan kepengurusan Partai Golkar Kabupaten Ciamis. Dukungan suara untuk Herdiat paling banyak diperoleh dari Pengurus Desa (PD) Partai Golkar, Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar, Pengurus Kabupaten (DPD) Partai Golkar Ciamis dan Anggota Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Ciamis.

Sementara jumlah dukungan berimbang terjadi di pemilih Anggota DPRD Ciamis dari Fraksi Golkar dan Ormas sayap Partai Golkar Ciamis. Sementara secara akumulatif suara dukungan untuk Herdiat paling banyak diperoleh dari Pengurus Desa (PD) Partai Golkar.

Dari 265 Pengurus Desa (PD) Partai Golkar Ciamis, sebanyak 228 PD mengusulkan Herdiat. Sedangkan pengurus PD yang mengusulkan Iing Syam Arifin hanya 37 PD. Untuk ditingkat pengurus kecamatan pun, Herdiat meraih dukungan terbanyak atau sebanyak 23 PK. Sementara Iing Syam Arifin hanya mendapat dukungan dari 4 PK.

Dari 23 pengurus PK Partai Golkar Ciamis yang mendukung Herdiat, diantaranya PK kecamatan, Lakbok, Purwadadi, Pamarican, Cidolog, Cisaga, Tambaksari, Rancah, Rajadesa, Jatinagara, Sukadana, Kawali, Lumbung, Panawangan, Panjalu, Sukamantri, Panumbangan, Cihaurbeuti, Cikoneng, Sindangkasih, Sadananya, Ciamis, Banjaranyar dan Cipaku. Sementara 4 PK yang mendukung H Iing Syam Arifin yakni, kecamatan Cijeungjing, Banjarsari, Cimaragas dan Baregbeg.

Sementara dukungan Fraksi dari enam anggota DPRD Ciamis Partai Golkar, 3 mendukung Herdiat dan 3 mendukung Iing. Untuk dukungan hasta karya posisinya berimbang atau 5 ormas mendukung Herdiat dan 5 ormas mendukung Iing.

Sementara dari 14 anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar, hanya 5 orang yang berani mengungkapkan dukungan, yaitu satu orang mendukung Iing atau atas nama Akasah. Sementara tiga anggota Wantim, yakni Dadang Hamara, R Sodikin (Domo) dan Ojo mendukung Herdiat. Sedangkan satu nama anggota Wantim, yakni Joni Jalil mengusulkan dua nama atau Iing dan Herdiat.

Dari 100 pengurus DPD Partai Golkar Ciamis (tingkat kabupaten), sebanyak 66 orang yang mengambil hak suaranya. Dari 66 tersebut, 39 orang pengurus mengusulkan Herdiat dan 27 orang pengurus mengusulkan Iing. Sementara satu orang absten. (SBH/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!