Sungai Dauwan Peusing Ciamis Dipadati Pemancing Maniak

Sepanjang musim kemarau, Sungai Dauwan Peusing di Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, dipadati para pemancing. Foto : Eji Darsono/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-         

Sepanjang musim kemarau, Sungai Dauwan Peusing, di Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, dijadikan lokasi favorit untuk memancing. Para pemancing maniak memilih sungai tersebut lantaran mayoritas kolam pemancingan mengering akibat kemarau. 

Kepala Desa Ciakar, Sulaeman Nurdjamal, ketika ditemui Koran HR, Selasa (26/09/2017) lalu, mengungkapkan, bibir Sungai Dauwan Peusing siang dan malam selalu dipadati pemancing maniak dari berbagai daerah.

Sulaeman menuturkan, selama ini air di Sungai Dauwan Peusing tidak pernah surut. Selain rutin digunakan untuk mengairi sawah, sungai tersebut juga menjadi lokasi yang banyak diminati oleh pemancing maniak.  

“Tidak heran jika di sepanjang bibir Sungai Dauwan Peusing banyak sekali para pemancing maniak, baik di siang hari ataupun malam hari,” katanya.

Emed, seorang pemancing, ketika ditemui Koran HR, Selasa (26/09/2017) lalu, mengaku sudah terbiasa memancing di sungai tersebut. Menurut dia, di sungai tersebut terdapat banyak ikan untuk dipancing.

“Tapi setelah sungai ini jadi lokasi favorit memancing, tidak bebas sembarang orang bisa memancing disana. Bagi mereka yang ingin memancing, kini terpaksa harus mengeluarkan kocek. Soalnya, setiap hari sungai itu harus ditanami ikan terlebih dahulu,” katanya.

Ade Wahyu, pemancing asal Desa Cikupa Lumbung, menjelaskan, setelah banyak kolam pemancingan yang mengering akibat kemarau, mancing maniak banyak beralih ke Sungai Dauwan Peusing agar tetap bisa menyalurkan hobi.

Selain biayanya relatif murah, kata Ade, seni memancing di Dauwan Peusing berbeda dengan memancing di kolam pemancingan. Menurut Ade, tiket untuk memancing di Dauwan Peusing hanya berkisar Rp. 20.000.

Di tempat yang sama, Mansur, pemancing lainnya, mengatakan, selain tarifnya murah, waktu atau durasi memancing tidak dibatasi, sehingga para pemancing merasa puas meski hanya satu atau dua ekor ikan yang didapat.

“Memancing di Dauwan memang banyak seninya. Sebab para pemancing bebas melemparkan umpannya, meski melempar ke bagian lapak orang lain, tidak jadi masalah,” katanya. (Dji/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar