Tragis Elpiji Langka, Warga di Banjar Kembali ke Kayu Bakar

Icih (70), salah seorang warga Siluman Baru, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, kini memilih menggunakan tungku kayu bakar akibat langkanya gas elpiji 3 kilogram. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di pasaran yang telah berlangsung selama hampir satu bulan ini, membuat resah bagi sebagian warga Kota Banjar. Sebab, warga yang biasa menggunakan “Si Melon,” kini beralih pada kayu bakar untuk keperluan memasak.

Seperti diungkapkan Icih (70), salah seorang warga Siluman Baru, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, yang memilih menggunakan tungku kayu bakar akibat langkanya gas elpiji bersubsidi tersebut.

“Saya terpaksa beralih menggunakan kayu bakar, karena kalau menggunakan gas elpiji 3 kilogram, sudah harganya mahal, barangnya pun langka,” tutur Icih, kepada Koran HR, Senin (18/09/2017) lalu.

Hal serupa diungkapkan Waisah (50), salah seorang warga Lingkungan Parungsari, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja. Menurutnya, meski waktu yang dibutuhkan saat memasak lebih lama, namun dengan menggunakan kayu bakar ia bisa lebih menghemat pengeluaran. Terlebih kini harga gas elpiji 3 kilogram meroket hingga mencapai Rp.20.000 per tabung.

“Sudah hampir seminggu saya tidak memakai gas elpiji 3 kilogram. Untuk keperluan memasak, sekarang saya menggunakan kayu bakar. Meskipun lama, tapi irit,” kata Waisah.

Saman (52), warga lainnya, juga mengaku, langkanya gas elpiji 3 kilogram membuat dirinya harus setiap hari mencari kayu bakar ke hutan. “Setiap pulang dari sawah, saya selalu menyempatkan diri untuk mencari kayu bakar di hutan, meskipun jauhnya mencapai 2 kilometer,” ungkap Saman.

Warga berharap kepada pemerintah supaya secepatnya bisa mengatasi kelangkaan gas elpiji yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin. (Hermanto/Koran HR)

KOMENTAR ANDA