Warga Tanjungsukur Banjar Resah, Wabah Nyamuk Mulai Menyerang

Warga Lingkung Tanjungsukur Blok Cibeureum RT 1/14, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, menemukan jutaan jentik nyamuk di selokan. Photo : Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Musim kemarau yang terjadi sejak tiga bulan terakhir, membuat warga Lingkung Tanjungsukur Blok Cibeureum RT 1/14, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, resah. Pemicunya, dalam dua bulan terakhir ini populasi nyamuk bertambah banyak di lingkungannya.

Nyamuk-nyamuk tersebut bukan hanya ribuan jumlahnya, melainkan jutaan dan menempel di dinding-dinding atau barang-barang yang ada di rumah warga. 

Dalija (50) tokoh masyarakat setempat mengatakan, bahwa dirinya mengaku sangat risih dengan munculnya jutaan nyamuk yang menempel di dinding rumahnya. Meski sering disemprot dengan pembasmi serangga, namun binatang penghisap darah tersebut tetap saja ada.

“Jika selesai disemprot dengan pembasmi serangga, nyamuk-nyamuk yang mati kalau dikumpulkan bisa satu pisin (piring kecil), dan ini di siang hari apalagi kalau malam hari nyamuknya bisa lebih banyak,” ujarnya kepada HR Online, Kamis (7/9/2017).

Hal yang sama dikatakan Nana (55) warga lainnya. Menurutnya, dengan adanya wabah ini, sudah dua orang warga yang terserang Demam Berdarah Dengue (DBD), dan kini masih dirawat di RSUD Banjar.

Sementara itu, Engkos Koswara (45) Ketua RW setempat membenarkan, bahwa di lingkungannya tengah “diserang” fenomena serangan nyamuk. “Selama tinggal di lingkungan ini, baru sekarang kami mengalami fenomena seperti ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, masih banyak bahkan jutaan jentik hidup di selokan yang airnya tidak mengalir.

“Banyaknya jentik di selokan ini akibat musim kemarau sejak tiga bulan yang lalu, kami dari warga pun pernah meminta kepada pihak instansi terkait untuk di fogging, namun hingga kini belum direalisasi,” terangnya.

Warga pun pernah menaburkan kapur barus ke selokan yang banyak jentik nyamuknya tersebut, namun bukannya hilang, malah jentik binatang penghisap darah tersebut tambah banyak.

“Terakhir difogging pada tahun 2016 lalu, diduga kuat nyamuk-nyamuk yang menyerang lingkungan datangnya dari sini (selokan),” tuturnya.

Ia pun rencananya besok, Jum’at (8/9/2017), akan melakukan bersih-bersih selokan tersebut bersama warga. (Hermanto/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA