Diguyur Hujan Deras, Banjir & Longsor Mengancam Wilayah Ciamis Utara

11/10/2017 0 Comments
Diguyur Hujan Deras, Banjir & Longsor Mengancam Wilayah Ciamis Utara

Tembok tebing setinggi 6 meter dan panjang 10 meter, tepatnya di lingkungan Mardasah Nurul Falah, ambruk pasak diguyur hujan deras. Foto : Eji Darsono/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sedikitnya lima rumah warga di Desa Kawalimukti, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, terendam banjir. Insiden itu terjadi setelah hujan deras terus-terusan mengguyur wilayah tersebut. Kerugian warga akibat banjir tersebut diperkirakan mencapai puluhan juta. 

Sekretaris Desa Kawalimukti, Endang Herdiana, ketika ditemui Koran HR, Senin (09/10/2017) lalu, mengatakan, tingginya intensitas hujan mengakibatkan saluran air Ciasem jebol.

Selain merendam lima rumah, sekitar 60 kolam ikan warga juga terkena dampak.

“Ketinggian air mencapai 1 meter. Kerugian akibat bencana tersebut ditaksir mencapai Rp 80 juta, katanya.

Kepala Desa Kawalimukti, Asep Tatang Sudrajat, ketika ditemui Koran HR, Senin (09/10/2017) lalu, menambahkan, karena keberdaannya sangat vital, jebolnya saluran air Ciasem berdampak terhadap sektor lain.

“Karena jebol, sawah dan penangkaran jadi tidak bisa diairi. Karena ini vital, perlu secepatnya diperbaiki. Kami khawatir, bila diguyur hujan kembali, banjir kembali terjadi” katanya.

Hapid, salah seorang korban banjir, ketika ditemui Koran HR, Senin (09/10/2017) mengatakan, jauh sebelumnya sekalipun di musim hujan rumahnya tidak pernah  kebanjiran. Namun, akibat tingginya intensitas hujan dan jebolnya saluran Ciasem, air masuk ke dalam rumah hingga mencapai 1 meter.

Senada dengan itu, Oha, warga setempat, ketika diminta keterangan, Senin (09/10/2017) lalu, mengatakan, ini baru kali pertama terjadi banjir, sehingga begitu melihat luapan air dia merasa kaget. Menurut dia, selain rumah dan kolam yang terkena banjir, tebing jalan juga ambruk.

Sementara itu di wilayah Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, akibat hujan deras tembok tebing setinggi 6 meter dan panjang 10 meter, tepatnya di lingkungan Mardasah Nurul Falah, ambruk. 

Kholis, warga setempat, ketika ditemui Koran HR, Senin (09/10/2017) lalu, mengatakan, tebing yang ambruk itu nyaris menimpa bangunan madrasah. Menurut dia, insiden ambruknya tebing terjadi malam hari, sekitar pukul 21.00 WIB. 

Ditemui terpisah, Kaur Ekbang Desa Ciakar, Nono, Senin (09/10/2017) lalu, membenarkan ambruknya tembok tebing di Madrasah Nurul Falah. Menurut dia, saat ini tembok bangunan madrasah mengalami keretakan. Bahkan tiang sudut bangunan tersebut kini dalam posisi menggantung.

Nono berharap, Pemerintah Kabupaten Ciamis secepatnya memberikan bantuan untuk pembangunan tembok penahan tebing (TPT). Pihaknya khawatir, bila tidak segera ditangani ancaman longsor akan menghantui warga. (Dji/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!