Dijual Rp 1,4 Juta per Kg, Ini Beras Termahal di Dunia

09/10/2017 Berita Terbaru , Gaya Hidup , Unik
Dijual Rp 1,4 Juta per Kg, Ini Beras Termahal di Dunia

Beras Kinmemai Premium yang akan dijual secara online seharga $155, dibungkus secara rapih berjumlah enam sachet (masing-masing berisi 140 g beras). Foto : net/ist.

Berita Unik, (harapanrakyat.com),-

Sampai saat ini, beras termahal di dunia versi Guiness World Records dipegang oleh Kinmemai Premium. Beras tersebut dijual di supermarket yang ada di Singapura seharga sekitar Rp 1,4 juta per kilogram.

Dilansir dari straittimes.com, Minggu (8/10/2017), beras asal Jepang ini dinobatkan sebagai beras paling mahal karena jenis beras tersebut berasal dari varietas padi yang berbeda-beda.

Proses pembuatan varietasnya yaitu mencampurkan 5 varietas seperti Pikamaru serta Koshihikari. Semua varietas ini didapat dari wilayah yang ada di Jepang diantaranya Nagano, Gunma, Niigata dan daerah lainnya.

Keunggulan dari beras Kinmemai Premium yaitu sebelum memasak tidak usah dicuci dulu, namun terlebih dulu direndam selama 30 menit sebelum dimasak. Sementara proses penggilingan padinya memakai teknologi dari Toyo Rice, yang hasilnya menjadikan beras menjadi lebih lembut akan tetapi tidak menghilangkan nutrisi yang ada di beras.

Selain itu, beras ini tahan lama saat di simpan, dan mempunyai rasa yang enak, gizi tinggi, dan lebih manis dari pada beras Jepang biasa. Kinmemai Premium ternyata juga banyak mengandung lipopolysaccharides, endotoksin yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh 6 kali lebih banyak.

Namun jika Anda membelinya secara online yang dimulai 1 November mendatang, beras ini akan dijual Rp 2,07 juta per kotak, yang masing-masing kotak isinya ada enam sachet. Sedangkan satu sachet-nya berat masing-masing 140 gram beras.

Selain dijual di supermarket, beras ini juga akan di jual secara online mulai tanggal 1 November mendatang, dengan harga jual US$ 155 atau setara Rp 2,07 juta per kotak yang berisi empat sachet yang masing-masing seberat 140 gram. (Adi/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles