DPRD Sikapi Soal SPP di SMA/SMK & Banjar Cerdas

21/10/2017 0 Comments
DPRD Sikapi Soal SPP di SMA/SMK & Banjar Cerdas

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjar, tak memungkiri bila pihaknya mengkhawatirkan soal adanya iuran SPP di sekolah tingkat SMA/SMK. Pasalnya, Pemkot Banjar sendiri telah menggalakan wajib belajar 12 tahun dengan kebijakannya melalui program Banjar Cerdas.

Seperti dikatakan Wakil Ketua DPRD Kota Banjar, Nana Suryana, kepada HR, Selasa (17/10/2017) lalu. Menurutnya, persoalan tersebut selain menjadi kekhawatiran pihaknya, juga akan timbulnya kegaduhan masyarakat atas kenyataan sekarang kalau siswa SMA/SMK dibebani SPP. Karena, warga Banjar tahunya program Banjar Cerdas itu adalah sekolah gratis.

Namun demikian, mestinya warga Banjar juga paham bahwa pendidikan tingkat SMA/SMK itu sekarang menjadi kewenangan provinsi. Otomatis sampai pengelolaan keuangannya pun menjadi kewenangan provinsi.

“Bersyukur kita atau Pemkot Banjar tetap bisa membantu warganya melalui program Banjar Cerdas. Akan tetapi kita juga tidak boleh melanggar tata kelola keuangan, yaitu dalam penyaluran terlebih dahulu harus ke provinsi,” katanya.

Dia juga menandaskan, terpenting dengan formula tersebut dan atas konsultasi pihaknya dengan Biro Hukum Provinsi Jabar, hal itu dibenarkan dan dibolehkan. Walau memang terkesan aneh karena pemerintahan di bawah ngasih anggaran ke pemerintahan di atasnya.

“Meski proses demikan dibenarkan, ya tapi belum tentu dalam perjalananan realisasinya bagaimana dan apa hasil catatan pemeriksaan BPK nantinya. Terpenting yang disikapi eksekutif dan legislative adalah bagaimana supaya warga tak gaduh, sehingga memutuskan tetap memberi bantuan Banjar Cerdas,” terangnya.

Disinggung soal penarikan SPP tingkat SMA/SMK yang hanya didasari SE Kadisdik Provinsi Jabar, menurut Nana hal itu merupakan jalan terbaik yang diambil provinsi supaya tidak sampai mengeluarkan Pergub.

Provinsi tentunya tak ingin menemui masalah di kemudian hari, sehingga cukup dengan SE. Jadi, SMA/SMK itu diperbolehkan memungut SPP dan tidak pun tak masalah. Sedangkan, Pemprov Jabar tidak berani mengeluarkan sampai Pergub karena dari 27 kabupaten/kota di Jabar ini ada beberapa daerah yang memberikan bantuan pendidikan gratis, seperti halnya Kota Banjar dengan program Banjar Cerdasnya.

Lanjut Nana, kemudian kenyataannya sekarang SMA/SMK di Kota Banjar menarik SPP, kemungkinan pihak sekolah mempunyai alasan kuat, yaitu salah satunya adanya kekhawatiran dari pihak sekolah sendiri akan tidak berlanjutnya program Banjar Cerdas.

“Adanya SPP di sekolah tingkat SMA/SMK, mungkin pihak sekolah sendiri khawatir Banjar Cerdas tak akan berlanjut. Belum lagi mungkin dengan sumber bantuan yang ada, yaitu BOS dan Banjar Cerdas tak bisa mengcover semua kegiatan operasional sekolah,” ujar Nana.

Anggota Komisi III DPRD Kota Banjar, Mujamil, mengatakan, kondisi adanya SPP di sekolah tingkat SMA/SMK di Kota Banjar juga menjadi kegundahan pemikirannya. Sebab sudah jelas di Banjar ini ada program pendidikan gratis Banjar Cerdas, yang mewajibkan warganya belajar 12 tahun.

“Inilah yang menjadi pemikiran kita. Dengan dasar alih kelola, sekarang SMA/SMK boleh tarik SPP. Sementara di sini kan punya Banjar Cerdas, dan didukung pula Perdanya tentang wajib belajar 12 tahun,” katanya.

Menurut Mujamil, kekhawatiran atas alih kelola SMA/SMK ke provinsi menjadi kenyataan, yaitu untuk di Kota Banjar bisa dibilang pendidikan gratis menjadi menurun. Terbukti sekarang ada SPP.

Dirinya juga mengaku heran, di satu sisi program bantuan ke siswa tetap berjalain, baik melalui BOS pusat, BOS provinsi serta Banjar Cerdas, tapi tetap semua itu tak bisa mencukupi untuk membiayai kebutuhan sekolah.

“Jika pemberlakuan SPP tetap berjalan, alangkah lebih baiknya tak perlu Banjar Cerdas dianggarkan. Ada SPP, ya tak perlu Banjar Cerdas lah. Yang jelas kedepan bagi kami DPRD, menjadi bahan kajian dan analisa,” tukasnya. (Nanks/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!