Fenomena Rumah Kos di Kota Ciamis

20/10/2017 0 Comments
Fenomena Rumah Kos di Kota Ciamis

Seorang gadis berinisial Put (18), saat terpaksa diamankan petugas Satpol PP, setelah kepergok tengah berada dalam satu kamar dengan tiga orang remaja laki-laki. Foto: Dokumen HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pembangunan rumah sewa, kos-kosan ataupun kontrakan semakin marak di wilayah perkotaan Ciamis. Maraknya penyediaan rumah sewa tidak terlepas dari seiring meningkatnya jumlah penduduk pendatang di wilayah tersebut.   

Namun sayang, tidak sedikit rumah sewa seperti kos-kosan disalahgunakan oleh oknum penghuninya. Baru-baru ini, warga di wilayah perkotaan Ciamis mulai merasa geram dengan tingkah penghuni kos yang acapkali menggangu ketentraman lingkungan.

Sepertihalnya yang terjadi di Lingkungan Cibitung Girang, Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis. Warga pun terpaksa melapor dan meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan razia.       

Benar saja, Satpol PP memberikan respon yang sangat cepat terhadap laporan dari warga tersebut. Merekapun menggelar razia di sejumlah kos-kosan yang terdapat di wilayah perkotaan Ciamis.

Satpol PP akhirnya berhasil mengamankan sejumlah penghuni kos yang diduga kerap menganggu ketentraman lingkungan sekitar. Dari salah satu kamar kos tersebut, petugas mendapati seorang perempuan ABG dan tiga orang remaja laki-laki tengah berada dalam satu kamar.

Sementara dari kamar lain, petugas mengamankan seorang perempuan yang mengaku sebagai istri simpanan seseorang. Merekapun langsung diamankan ke Kantor Satpol PP Kabupaten Ciamis untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

Dalam operasi tersebut, petugas menyisir sedikitnya ke 6 lokasi kosan yang diduga kerap mengganggu ketentaraman masyarakat sekitar. Namun, saat petugas datang ke lokasi, umumnya para penghuni kos sudah tidak ada di kamarnya, karena sudah beraktifitas bekerja.

Kasi Pengendalian dan Operasi Satpol PP Ciamis, Yudi Brata, ketika ditemui Koran HR, Senin (16/10/2017) lalu, mengatakan, pihaknya melakukan operasi ini menyusul laporan masyarakat di sekitar kosan yang mengaku terganggu dengan aktifitas penghuni kosan.

Yudi mengimbau kepada para pengelola kos-kosan untuk lebih berhati-hati dan selektif dalam menerima penghuni kosan. Menurut dia, setiap penghuni kos baru harus dimintai identitasnya. Hal itu untuk mengantisipasi bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, Yudi juga meminta para penghuni kosan menaati peraturan yang telah diterapkan di masing-masing kosan. Dengan begitu, aktivitas mereka tidak mengganggu ketertiban dan ketentraman masyarakat.

Ketua RT setempat, Usup, mengaku, sengaja melapor ke Satpol PP Ciamis. Hal itu menyusul banyaknya keluhan dari warga yang teranggu oleh kelakuan oknum penghuni kosan. Menurut dia, keluhan dari masyarakat bukan kali ini saja terjadi.

“Banyak orang tak dikenal keluar masuk kosan, dari pagi sampai sore. Ada juga diantaranya yang menginap. Memang di sini banyak kontrakan dan kosan,” katanya. 

Seorang Gadis ABG Sekamar dengan Tiga Lelaki

Seorang gadis berinisial Put (18), terpaksa diamankan petugas Satpol PP, setelah kepergok tengah berada dalam satu kamar dengan tiga orang remaja laki-laki, di sebuah kamar kos-kosan di Lingkungan Cibitunggirang, Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis.

Karena menunjukkan gelagat mencurigakan, ketiga remaja laki-laki berinisial IM, YUS dan HEN bersama gadis ABG itu langsung diamankan ke Mako Satpol PP untuk diperiksa dan dibina. Masih di tempat kos yang sama, petugas Satpol PP juga mengamankan seorang perempuan berinisial DN yang mengaku tinggal bersama suaminya dengan status nikah siri.

Kasi Pengendalian dan Operasi Satpol PP Ciamis, Yudi Brata, mengatakan, selain akan dilakukan pemeriksaan dan pembinaan, pihaknya mengamankan seorang gadis dan tiga remaja laki-laki yang sebelumnya kepergok berada dalam satu kamar, juga untuk menghindari amuk massa yang sudah kesal dengan ulah mereka.

“Karena kami melakukan razia ke kos-kosan ini berdasar laporan dari warga. Jadi, saat kami melakukan razia, warga sekitar mengetahuinya. Dan kami khawatir apabila tidak diamankan akan mengundang kemarahan warga,” ujarnya.

Terkait seorang wanita berinisial DN, Yudi menuturkan bahwa yang bersangkutan mengaku telah menikah siri. Pihaknya, akan memanggil keluarga DN untuk memastikan apakah benar DN sudah menikah secara siri dengan pria yang sering bermalam di kamar kosnya. (Tim Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!