Herdiat Belum Terima SK Pemberhentian, Pelantikan Sekda Ciamis Menuai Kritik

Herdiat Belum Terima SK Pemberhentian, Pelantikan Sekda Ciamis Menuai Kritik

Acara serah terima dan pelantikan serta sumpah jabatan Sekda Kabupaten Ciamis, di Aula Setda Kabupaten Ciamis, Rabu (11/10/2017). Pada kesempatan itu, Herdiat melepaskan jabatannya sebagai Sekda Ciamis dan digantikan oleh Asep Sudarman. Foto: Dian Sholeh W/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, yang digelar di Aula Setda Kabupaten Ciamis, Rabu (11/10/2017), tampaknya menuai kritik. Hal itu lantaran Herdiat sebagai Sekda yang akan melepaskan jabatannya belum menerima Surat Keputusan (SK) Pemberhentian dari Bupati Ciamis, saat mengikuti acara tersebut.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, Endin Lidinillah, menyesalkan Pemkab Ciamis tidak mempertimbangkan etika. “Memang tidak menyalahi aturan ketika SK pemberhentian belum diterima, tapi sudah ada pelantikan. Hanya saja, diatas hukum ada etika. Itu yang harus dipertimbangkan,” tegasnya, Rabu (11/10/2017).

Berita Terkait: Herdiat: Meski Tidak Mengemban Jabatan, Saya Tetap Akan Berkontribusi untuk Ciamis

Endin menambahkan, SK pemberhentian Sekda baru turun tanggal 10 Oktober. Sementara hingga saat acara pelantikan atau tanggal 11 Oktober, Herdiat belum menerima. “Seharusnya SK diterima dahulu, baru ada pelantikan,” ujarnya.

Endin memandang perlu Pemkab mempertimbangkan etika untuk menghormati Sekda lama. Terlebih, kata dia, pelantikan Sekda kali ini tidak akan lepas dari opini politis, karena Herdiat dan Bupati Ciamis, Iing Syam Arifin, sama-sama akan bertarung di Pilkada Ciamis.

“Kami dari akademisi memiliki komitmen menjaga kondusifitas politik sepanjang proses Pilkada Ciamis berjalan. Makanya, kami perlu mengingatkan kepada Pemkab agar tidak membuat langkah yang dapat memicu terjadinya gesekan politik Pilkada,” ujarnya.

“Selain itu, jangan sampai menimbulkan praduga bahwa pelantikan ini ada unsur politik jelang Pilkada. Kami khawatir apabila kejadian ini dipolitisir bisa saja muncul opini bahwa salah satu pihak sudah menabuh genderang perang. Dan hal itu yang tidak kami inginkan. Karena keduanya memiliki basis massa yang sama-sama besar,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Bangrier dan Pembinaan Pegawai Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ciamis, Rissa Sugara, mengatakan, SK Bupati tentang Pemberhentian Sekda lama sudah turun, yakni nomor 821:kpts.360/bkpsdm.3/2017. Menurutnya, meskipun SK tersebut belum diterima oleh Herdiat, tidak menjadi persoalan. Karena SK pelantikan Sekda baru Asep Sudarman pun belum diterima, karena baru dilantik.

“SK pemberhentian turun kemarin tanggal 10 Oktober. Memang benar belum kami serah kepada yang bersangkutan. Karena hal itu hanya administrasi kepegawaian. Disamping itu,  tidak semua surat yang dikeluarkan tanggal 10 harus diserahkan tanggal 10 pula. Karena ada proses,” katanya, Rabu (11/10/2017).

Risa mengungkapkan, pelantikan Sekda Ciamis sudah sesuai aturan. Karena SK pemberhentian sudah turun lebih dulu, kemudian diangkat Asep Sudarman sebagai Sekda baru. “Jadi, secara administrasi kepagawaian tidak jadi masalah. Acara tadi itu pelantikan, bukan acara pemberhentian. Maka SK Pemberhentian tidak perlu dibacakan, karena bukan acara pemberhentian Sekda,” tegasnya. (DSW/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles