Mengintip Pesona Curug Cileutik Padaherang Pangandaran

28/10/2017 0 Comments
Mengintip Pesona Curug Cileutik Padaherang Pangandaran

Curug Cileutik yang berada di Blok Cibuntu, Dusun Padaherang, Desa/Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Objek wisata baru di Kabupaten Pangandaran kembali dibuka, salah satunya Curug Cileutik yang berada di Blok Cibuntu, Dusun Padaherang, Desa/Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran atau sekitar 20 kilometer sebelum objek wisata Pantai Pangandaran.

Berjarak sekitar tiga kilometer dari Kantor Kecamatan Padaherang, keistimewaan Curug Cileutik arinya tidak pernah berkurang meskipun dilanda kemarau panjang. Airnya yang berwarna hijau kebiruan, membuat siapapun akan tertarik untuk mengunjunginya.

Melihat potensi tersebut, warga sekitar mulai membenahi akses menuju lokasi Curug Cileutik seperti halnya pemasangan penunjuk arah dan memperlebar jalan guna mempermudah pengunjung.

“Tadinya hanya jalan setapak, tapi saat ini sudah bisa dilalui oleh motor. Walaupun belum begitu tenar, akan tetapi kalau sudah ke sini dijamin betah karena alamnya yang masih asri,” kata Maman (38), salah satu Karang Taruna Desa Padaherang kepada Koran HR, Selasa (24/10/2017) lalu.

Awal dibukanya Curug Cileutik tersebut, Maman menjelaskan, sejak tahun 2014 silam berkeinginan untuk memberikan kepuasan kepada wisatawan untuk menyusuri sungai yang berwarna hijau kebiruan. Warga bersama Kelompok Desa Padaherang bersepakat untuk membuka wisata tersebut dengan melakukan pembenahan supaya lebih mudah aksesnya.

“Alhamulillah selama ini curug tidak pernah sepi pengunjung. Mudah-mudahan saja ke depannya semakin ramai lagi,” katanya.

Neni, salah satu warga, mengatakan, dirinya sengaja datang ke Curug Cileutik bersama keluarganya. Sebagai orang Pangandaran, ia sudah tidak aneh lagi dengan Pantai Pangandaran. Karena ingin mengetahui spot wisata baru, ia berinisiatif mendatangi curug yang berada di Padaherang.

“Di sini suasananya sejuk dan airnya sangat jernih. Dengan kondisi alam yang masih asri dan alami, saya dan keluarga betah berlama-lama di sini,” kata Neni.

Hal senada juga diungkapkan Yeni (40), salah satu wisatawan. Ia mengaku baru pertama kali datang ke lokasi curug tersebut. Berkat informasi dari temannya, ia langsung tertarik untuk mengunjunginya.

“Ke depan harapannya pengelolaan dan penyediaan fasilitas harus ditingkatkan, seperti jalan diperbaiki lagi. Saya yakin ketika aksesnya lebih mudah, tentu akan semakin ramai lagi,” ujarnya. (Ntang/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!