Pengembangan Wisata “Gunung Golkar” di Ciamis Terkendala Masalah Nama

20/10/2017 0 Comments
Pengembangan Wisata “Gunung Golkar” di Ciamis Terkendala Masalah Nama

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pengembangan potensi objek wisata camping Gunung Golkar, Desa Sukaresik, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terkendala masalah nama. Pasalnya, nama Gunung Golkar dinilai terlalu identik dengan nama salah satu partai politik.

Akibatnya, upaya pengembangan kawasan tersebut tersendat lantaran adanya tarik ulur kepentingan. Terlebih, jika berkaitan dengan pembahasan dan pengalokasian anggaran untuk pengembangan kawasan objek wisata tersebut.

Sekretaris Desa Sukaresik, Nono Mulyono, ketika ditemui Koran HR, beberapa waktu yang lalu, membenarkan persoalan tersebut. Menurut dia, kawasan Gunung Golkar rencananya akan dijadikan bumi perkemahan atau camping ground.

Namun di pertengahan jalan, kata Nono, rencana pengembangan kawasan objek wisata camping ground Gunung Golkar dipersoalkan gara-gara nama kawasan tersebut dianggap akan menguntungkan salah satu partai politik.

“Ada yang mempersoalkannya memang. Gara-garanya nama itu identik dengan nama salah satu partai politik. Kami juga tidak bisa memaksakan untuk merealisasikan rencana pengembangan tersebut. Kalau sudah membicarakan masalah politik kan bisa jadi panjang urusannya,” kata Nono.

Warga Sukaresik yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan, nama Gunung Golkar sudah sangat melekat di telinga warga setempat. Menurut dia, penamaan itu berasal dari keberadaan pohon beringin di kawasan tersebut.

“Ya soalnya disana terdapat pohon beringin besar. Warga dulu kan, masa 1980an, tahunya partai berlambang beringin yang berkuasa. Mungkin karena terlalu lama berkuasa. Makanya, melekatlah nama partai berlambang pohon beringin itu. Warga pun kemudian latah menyebut kawasan itu sebagai kawasan Gunung Golkar,” katanya.

Sementara itu, Kasi Pembangunan Kecamatan Sindangkasih, Ence Rusmana, ketika dimintai tanggapan, beberapa waktu lalu, mengaku sudah mengetahui persoalan tersebut sejak dirinya masih bekerja di Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis.

“Dulu sempat dibahas soal itu. Memang ada tarik ulur kepentingan soal pengembangan kawasan objek wisata bumi perkemahan Gunung Golkar. Salah satu alasannya adalah berkaitan dengan nama yang dinilai menjurus ke salah satu partai politik,” katanya.

Ence menuturkan, usulan penggantian nama kawasan tersebut pun saat itu belum sepenuhnya disepakati. Alasannya karena nama Gunung Golkar dianggap sudah terlanjur lebih dikenal dan melekat di telinga masyarakat.

Di tempat terpisah, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Galuh, Endin Lidinillah, menyarankan, seandainya penamaan itu menjadi kendala dalam pengembangan kawasan wisata Gunung Golkar, sebaiknya diganti dengan nama lain.

“Namun begitu, penggantian nama itu juga harus dikaji, apakah akan membawa dampak positif atau tidak,” katanya. (Deni/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!