RSUD Ciamis Kerap Overload, Begini Kata Kadinkes

10/10/2017 0 Comments
RSUD Ciamis Kerap Overload, Begini Kata Kadinkes

RSUD Ciamis. Foto: Dokumen HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kepala Dinas Kesehatan Ciamis, Engkan Iskandar, mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan RSUD Ciamis berikut dengan dokter praktek agar dilakukan pelimpahan pasien dari RSUD ke puskesmas. Menurutnya, melimpahkan pasien dari RSUD ke puskesmas tidak bisa dilakukan begitu saja, tetapi harus dengan cara pendekatan dan pemahaman dengan si pasien.

“Artinya, pihak RSUD maupun dokter tidak bisa menolak melayani apabila kedatangan pasien. Apapun penyakit si pasien tersebut. Tetapi, ketika kondisi kesehatan pasien sudah berangsur pulih dan hanya membutuhkan rawat jalan, maka dokter RSUD akan memberikan surat rujukan balik ke dokter puskesmas. Artinya, untuk pelayanan rawat jalan penangannya diserahkan ke puskesmas,” ujarnya, kepada Koran HR, Selasa (03/10/2017) lalu. 

Engkan menambahkan, pihaknya sudah memberikan surat yang berisi panduan kepada dokter praktek RSUD Ciamis terkait pasien dengan penyakit apa saja yang bisa dirujuk balik ke puskesmas. Dalam panduan itu pun tertera jenis obat-obatan yang tersedia di puskesmas.

“Jadi dengan adanya panduan itu, dokter praktek RSUD bisa mengetahui penanganan penyakit apa saja yang bisa dilakukan di puskesmas. Hal itu untuk mempermudah dokter RSUD saat menentukan pasien yang layak dirujuk balik ke puskesmas,” terangnya.

Engkan juga mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan dokter umum yang ada di Kabupaten Ciamis agar mau menerima rujukan apabila mendapat limpahan pasien dari dokter spesialis.

“Jadi, untuk mengatasi kendala kekurangan beberapa dokter spesialis, kami akhirnya melibatkan dokter umum. Untuk pasien penyakit khusus yang membutuhkan rawat jalan, selain ke dokter puskesmas, bisa juga dirujuk ke dokter umum. Artinya, langkah ini sebagai bentuk perbaikan pelayanan kesehatan di Ciamis, sembari kami berusaha mendatangkan penambahaan dokter spesialis,” ujarnya.

Menurut Engkan, persoalan overload kapasitas di RSUD Ciamis, tidak hanya disebabkan dari membludaknya jumlah pasien saja. Tetapi, kata dia, jumlah ruangan dan tenaga medis di RSUD Ciamis pun sudah tidak ideal apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk di Kabupaten Ciamis.

“Solusi mengalihkan penanganan pasien dari RSUD ke puskesmas dan dokter umum hanyalah untuk sementara. Yang lebih utama dalam mengatasi masalah ini adalah dengan menambah ruangan dan tenaga medis di RSUD Ciamis,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, mendirikan rumah sakit umum di dua daerah di Kabupaten Ciamis, yakni di daerah Kawali dan Banjarsari, juga sebagai salah satu solusinya. “Saat ini Pemkab baru bisa merealisasikan pembangunan RSUD di Kawali dan tahap pengerjaan pembangunannya masih berjalan. Intinya kami dari pemerintah daerah terus berupaya melakukan perbaikan pelayanan kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (Bgj/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!