Syukuri Limpahan Rizki, Paguyuban Nur Suci Banjar Gelar Tradisi Hajat Bumi

18/10/2017 0 Comments
Syukuri Limpahan Rizki, Paguyuban Nur Suci Banjar Gelar Tradisi Hajat Bumi

Tradisi hajat hasil bumi dan persmian Paguyuban Nur Suci di Lingkungan/Kelurahan/Kecamatan Pataruman Kota Banjar. Photo: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Tradisi hajat hasil bumi di Lingkungan/Kelurahan/Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, menyedot perhatian ratusan warga. Kegiatan yang keenam kalinya itu berlangsung meriah dengan hadirnya pementasan ronggeng gunung, santunan anak yatim dan jompo, serta pembagian air dan makanan, setelah masyarakat yang hadir berdo’a bersama-sama, seperti halnya tradisi Sekatenan di Jogjakarta.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kegiatan Hajat Bumi yang sederhana ini dari tahun ke tahun semakin ramai. Bahkan secara jumlah, yatim piatu dan jompo serta berbagai makanan hasil bumi lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Diketahui jumlah yatim piatu dan jompo ada sekitar 50 orang.

Istimewanya lagi, kegiatan yang awalnya digagas para pemuda sekitar, kini sudah berubah menjadi Paguyuban Nur Suci yang secara langsung diresmikan Wakil Walikota Banjar saat sebelum puncak acara.

Ketua Paguyuban Nur Suci, Astudi, yang juga ketua panitia Tradisi Hajat Hasil Bumi, mengatakan, tradisi yang kental budaya Sunda ini merupakan bentuk kegembiraan masyarakat sekitar atas limpahan rizki selama satu tahun ini.

Tak hanya itu, sebagai warga yang menjunjung tinggi adat dan budaya lokal, ia menegaskan bahwa budaya Sunda harus dipertahankan oleh masyarakat, khususnya generasi penerus.

“Jangan sampai anak dan cucu kita nanti lupa dengan tradisi-tradisi yang memang sudah turun temurun hingga saat ini. Apalagi saat ini zamannya sudah semakin modern dan serba teknologi,” kata Astudi, kepada Koran HR, Selasa (17/10/2017).

Pria yang akrab dipanggil Mbah Jabar itu menambahkan, melalui swadaya masyarakat serta pemberian dari para donatur, acara tahunan tersebut berjalan dengan lancar, meski sebelumnya ia berencana ingin lebih meriah dengan menghadirkan band etnik asal Kota Banjar, Esamble Technique.

“Acara yang sekaligus peresmian Paguyuban Nur Suci ini diharapkan bisa mempererat tali silaturahmi antar masyarakat, khususnya kaum muda untuk bersama-sama berkontibusi positif kepada sesama seperti halnya semboyan kita, semua adalah saudara,” ucap Astudi.

Wakil Walikota Banjar, H. Darmadji Prawirasetia, yang hadir dalam acara tradisi tersebut, mengaku kalau dirinya sangat mengapresiasi masyarakat Pataruman yang telah menjaga tradisi para pendahulu, terutama budaya Sunda yang harus tetap dijaga dan dilestarikan.

“Saya harapkan kegiatan seperti ini harus tetap ada. Tradisi hajat hasil bumi merupakan bentuk syukur kepada Alloh SWT, dan ini bentuk syukur kepada pencipta itu sangat dianjurkan sekali,” katanya.

Adapun untuk Paguyuban Nur Suci, kata Darmadji, ia harap ke depannya bisa lebih memberdayakan masyarakat tanpa harus bergantung kepada pemerintah. Bahkan, bulan depan dirinya menunggu gerakan Paguyuban Nur Suci kepada masyarakat.

“Jangan hanya pada kegiatan seperti ini saja, akan tetapi harus lebih luas lagi demi memberdayakan masyarakat dengan kegiatan-kegiatan positif. Bulan depan atau akhir tahun kami tunggu informasi kegiatan-kegiatan dari Paguyuban Nur Suci. Tunjukkanlah karya kepada masyarakat Banjar,” tandasnya. (Muhafid/R3/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!