Tekan Angka Perceraian, Kemenag Pangandaran Gelar Pembinaan Perkawinan

20/10/2017 0 Comments
Tekan Angka Perceraian, Kemenag Pangandaran Gelar Pembinaan Perkawinan

Pembinaan perkawinan Kemenag Pangandaran kepada calon pengantin dari 3 kecamatan yang ada di Pangandaran di Gedung Dakwah Kecamatan Padaherang. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kementrian Agama Kabupaten Pangandaran menggelar pembinaan terhadap calon pengantin yang ada di Kecamatan Mangunjaya, Padaherang dan Kalipucang di Gedung Dakwah Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Selasa (17/10/2017) lalu.

Kasi Bimas Kemenag Pangandaran, Nana Supriatna, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pilot projek Ditjen Bimas Islam Kemenag RI guna memberikan pemahaman berkeluarga yang baik dan menyikapi problem keluarga kepada para calon pengantin.

“Tujuan dari pernikahan kan sudah jelas, yakni sakinah, mawaddah dan warrahmah baik di dunia maupun di akhirat. Dengan kegiatan ini mereka diarahkan untuk bisa menyelesaikan segala problem dalam rumah tangga,” jelasnya kepada Koran HR.

Untuk mencapai tujuan pernikahan itu, Nana menambahkan, calon pengantin perlu memahami 4 pilar perkawinan, di antaranya jawwaz (sepadan dan seimbang), mitsaqan ghalidzan (perjanjian yg kokoh), mu’asyarah bil ma’ruf ( saling bergaul secara baik), dan musyawarah.

“Pembinaan Perkawinan ini dimaksudkan agar para peserta mampu mengahadapi berbagai hal dalam menjalani bahtera rumah tangga. Mudah-mudahan dengan ini akan tumbuh sikap saling menghargai dalam rumah tangga serta memiliki cara berpikir yang dewasa,” katanya lagi.

Kepala Kemenag Pangandaran, Eep Nuhyana, menuturkan, kegiatan tersebut merupakan upaya Kemenag dalam memfasilitasi calon pengantin menuju keluarga yang ideal. Sehingga, setiap pasangan dalam rumah tangga menghadapi masalah bisa diselesaikan dengan baik.

“Kita tahu bahwa angka perceraian di Indonesia cukup tinggi. Dengan pembinaan perkawinan ini mudah-mudahan bisa menjadi salah satu solusi untuk menakan itu,” katanya.

Irin Sobiri, salah satu calon pengantin asal Mangunjaya, mengatakan, dirinya mengakui mendapatkan banyak hal dalam kegiatan tersebut, salah satunya ia diarahkan untuk tidak bersikap otoriter sebagai calon kepala keluarga terhadap istri maupun anaknya.

“Setidaknya saya sebelum menikah sudah tahu batas-batas menjadi suami agar tidak otoriter dalam berkeluarga. Ini sangat bermanfaat sekali bagi para calon pengantin,” katanya. (Mad/R6/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!