Kasihan, Dinding Rumah Nenek Jompo di Banjar Ini Jebol

Kasihan, Dinding Rumah Nenek Jompo di Banjar Ini Jebol

Kondisi rumah milik Eros yang jebol dindingnya di bagian dapur. Foto: Tsabit/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sebuah rumah milik nenek tua yang bernama Eros (63) warga Lingkungan Babakansari RT 02 RW 10, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar dikabarkan jebol dinding rumahnya bagian dapur setelah hujan deras yang terjadi sore kemarin.

Tembok rumah yang berukuran 4 X 5 itu diduga jebol lantaran tidak kuat menahan rembesan air yang masuk dari luar rumah. Pasalnya, posisi rumah lebih rendah dari pada tanah yang berada di luar. Sehingga, air hujan masuk ke dinding rumah melalui celah-celah yang keropos hingga mengalami jebol.

Diketahui, saat kejadian Eros tidak ada di tempat lantaran sebelumnya dia sendirian di rumah karena sakit dan tinggal sementara bersama keluarga di Desa Balokang. Meski tidak menimbulkan korban, namun kerugian mencapai jutaan rupiah.

Engkus, cucu korban, membenarkan kejadian tersebut lantaran tembok tidak mampu menahan air hujan dan juga posisi rumah lebih rendah dari pada tanah yang berada di belakang dapur.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Meski begitu, kita harap ada bantuan dari pemerintah untuk segera diperbaiki agar rumah di sebelahnya juga tidak terdampak,” ungkapnya kepada HR Online, Senin (20/11/2017).

Sementara itu, Dudi, Ketua RT setempat, mengatakan, pihaknya sudah mengkoordinasikan kejadian tersebut ke pemerintah agar ditangani secepatnya. Ia mengungkapkan, selain kondisi rumah yang sudah rapuh, tanah dibangun rumah Eros tersebut diketahui tanah tumpang. Akibatnya, proses mendapatkan bantuan cukup sulit karena terganjal kondisi tanah tumpang yang hanya memiliki hak guna pakai.

“Ya bagaimana lagi karena posisinya seperti itu. Kita sudah sampaikan, namun belum ada kepastian juga dari pemerintah,” imbuhnya.

Bahkan, Dudi menambahkan, di lingkungannya terdapat sekitar 60 KK yang status tanahnya tumpang karang. Sehingga, untuk pengajuan bantuan dari pemerintah seperti Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) cukup sulit.

“Pemkot diharapkan cari jalan keluar soal ini. Ada warga yang dapat bantuan, akan tetapi bukan dari program RTLH, tapi dari dana CSR serta Baznas,” pungkasnya. (Tsabit/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles