Pasca Proyek Pelebaran Jalan, Warga Banjar Minta Bahu Jalan Diurug Lagi

Pasca Proyek Pelebaran Jalan, Warga Banjar Minta Bahu Jalan Diurug Lagi

Bahu jalan yang tak diurug lagi oleh pihak kontraktor pada proyek pelebaran dan hotmix jalan di wilayah LingkunganBabakan, RT.02, RW.04, Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, yang dikeluhkan warga setempat karena sudah menimbulkan korban kecelakaan. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Hasil proyek pelebaran dan hotmix jalan di wilayah Lingkungan Babakan, RT.02, RW.04, Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, yang sudah selesai dikerjakan oleh pihak kontraktor beberapa bulan lalu, kini masih dikeluhkan warga yang bermukim di sepanjang jalan tersebut. Pasalnya, puluhan meter bahu jalan tak diurug kembali sehingga mengancam keselamatan pengendara.

“Kontraktor pada proyek pelebaran dan hotmix jalan ini yang telah selesai beberapa bulan lalu, tak menuntaskan salah satu item kerjanya, yaitu terdapat puluhan meter bahu jalan yang tak diurug lagi. Lihat lobang menganga, ini rawan kecelakaan,” kata, Dedi, salah seorang warga yang tinggal di sepanjang jalan tersebut, kepada Koran HR, Senin (13/11/2017) lalu.

Dia mengungkapkan, belum lama ini ada kejadian pengendara sepeda motor yang berboncengan terperosok ke bahu jalan yang lokasinya tak jauh dari rumahnya. Motor tersebut terperosok saat menghindari mobil dari arah berlawanan.

“Kasihan mereka, terlebih yang dibonceng ibu yang sedang hamil. Beruntung lukanya tak begitu parah. Apakah ini akan dibiarkan saja oleh kontaktor tanpa menuntaskan tanggung jawab pekerjaan proyeknya,” ujarnya.

Padahal, menurut Dedi, sebelumnya dia sudah mencoba menghubungi kontraktor proyek tersebut dan juga bidang teknis dinas terkait, soal bahu jalan yang tak diurug lagi. Namun, hingga kini kurang direspon. Buktinya, laporan keluhan ini belum juga ditindaklanjuti.

“Ya, kami minta puluhan meter bahu jalan itu secapatnya diurug kembali karena sudah ketentuannya. Ini kelihatannya masih masa perawatan yang merupakan bagian beban kontraktor. Jadi tolong diperhatikan,” harapnya.

Selain itu, lanjut Dedi, pihak dinas terkait sendiri jangan begitu saja melepaskan sebuah proyek yang telah beres pengerjaannya, tanpa ditinjau dulu ke lapangan untuk melihat hasilnya. Karena kenyataannya hasilnya seperti ini, dan masih harus dituntaskan semua item pekerjaanya oleh pihak kntraktor.

“Kami khawatir jika tak cepat dibereskan bahu jalan itu bisa-bisa menelan korban kecelakaan lagi. Pokoknya, kontraktor harus menuntaskan kerjaannya sebagaimana spesifikasi proyek,” tandas Dedi. (Nanks/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles