Akibat Cuaca Ekstrem dan Kepadatan Penduduk, Permintaan Bibit Tanaman di Banjar Menurun

Akibat Cuaca Ekstrem dan Kepadatan Penduduk, Permintaan Bibit Tanaman di Banjar Menurun

Yaya, salah satu penjual bibit tanaman yang berada di Dusun Rancakole, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Foto: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kondisi cuaca ekstrem akhir-akhir ini yang tak menentu membuat sejumlah penjual bibit tanaman di Kota Banjar kewalahan. Pasalnya, mereka harus ekstra dalam melakukan perawatan agar bibit tanaman mereka bisa dijual ke konsumen.

Yaya, salah satu warga Dusun Rancakole, RT 8 RW 2, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, mengatakan, kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini berdampak pada bisnis tanamannya yang sudah digeluti selama 3 tahun.

“Ya kalau cuacanya stabil saya bisa menyiramnya satu kali saja. Nah kalau saat ini, kadang satu kali atau dua kali. Kalau tidak cermat melihat kondisi cuaca bisa-bisa mati tanamannya, apalagi jika ditambah hama yang terus menyerang,” katanya kepada Koran HR, Selasa (05/12/2017) lalu.

Selain kondisi cuaca yang menyebabkan satu tahun ini penjualan tanaman semakin menurun, kata Yaya, bertambahnya jumlah penduduk yang menyebabkan penyempitan lahan juga menjadi faktor lain menurunnya jumlah permintaan bibi tanaman, baik itu tanaman buah-buahan, tanaman hias, serta tanaman bunga.

“Kalau tahun-tahun ke belakang permintaan bibit tanaman cukup bagus. Kalau sekarang dalam satu hari ada satu saja yang beli Alhamdulillah. Jika lahan masih luas saya kira permintaan juga banyak, kalau sekarang kan fenomenanya sudah berubah, penduduk semakin padat,” terang Yaya. (Muhafid/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles