Cerita Mistik Penghuni Leuwi Bungkal Beulah di Ciamis

Cerita Mistik Penghuni Leuwi Bungkal Beulah di Ciamis

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Puluhan tahun lamanya, di sepanjang aliran Sungai Cileueur, Lingkungan Karangsari,  Kelurahan Maleber,  Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, dikenal sangat angker oleh warga sekitar maupun warga pendatang. Tidak terkecuali di daerah Leuwi Bungkal Beulah. 

Konon, di daerah Leuwi Bungkal Beulah tersebut terdapat terowongan yang menghubungkan Sungai Cileueur ke Makam Jambansari. Sejak dulu, terowongan ini sering digunakan sebagai tempat persembunyian para pejuang pada jaman penjajahan kala itu. 

“Keberadaan terowongan itu sudah ada sejak dulu kala, ketika saya masih kecil. Orang Tua saya banyak menceritakan keberadaan terowongan tersebut,” kata Adang, warga sekitar, ketika ditemui Koran HR, Selasa (28/11/2017), di rumah semi permanen miliknya. 

Adang menuturkan, banyak beredar isu di seluruh kalangan masyarakat, bahwa di pintu masuk terowongan banyak dihuni oleh sesosok mahluk yang menyerupai macan hitam, dan selalu mengganggu serta meminta korban jiwa. 

“Banyak masyarakat ketakutan mendengar hal itu. Namun, semua itu hanyalah isapan jempol semata, tidak ada sama sekali kejadian itu. Tetapi memang benar ada sosok macan penghuni daerah itu,” tuturnya. 

Tidak hanya itu, Adang mengungkapkan, sosok supranatural yang selalu menampakan di area itu biasa disebut “Haji Dempolenang” yang selalu menampakan diri di sepanjang aliran sungai. Sosok tersebut selalu menampakan mulai dari area Masjid Agung Ciamis sampai area Makam Jambansari. 

Di tempat terpisah, Deni, tukang ojek, ketika ditemui Koran HR, Selasa (28/11/2017), mengatakan, jelang malam tiba masyarakat yang dekat dengan area itu banyak dikagetkan oleh bunyi-bunyi alunan gamelan yang berasal dari sekitar Leuwi Bungkal Belah. 

“Hampir tiap malam, warga sekitar kerap mendengar alunan musik gamelan. Kalau mempunyai mata bathin selalu ada yang sambil nari lengkap dengan pakaian kebaya. Itu sampai sekarang ini masih tetap ada,” ucapnya. 

Sementara itu, Ade Hendra, alumni SMA setempat, menambahkan, banyak para siswa-siswi sekolah yang tidak jauh dari lokasi, selalu kerasukan makhluk halus ketika mengadakan acara, terutama pada malam hari. 

“Banyak teman saya yang kerasukan, ketika ditanya oleh orang pintar mahluk itu mengaku datang dari arah Sungai Cileueur. Sangat menakutkan pokoknya. Allhamdulilah tidak sampai hal-hal yang tidak diinginkan. Mungkin itu hanya mitos di kalangan masyarakat semata,” jelasnya. (Tan/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles