Kapolres Ciamis Takjiah ke Korban Gempa di Gunungsari

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kapolres Ciamis, AKBP Nugroho Arianto S.Ik, bersama para perwira melayat korban meninggal dunia paska bencana gempa di wilayah Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Sabtu (16/12/2017).

“(Gempa) Ini adalah musibah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran. Kami hanya bisa memberikan bantuan, sekedar bentuk kepedulian,” kata Nugroho.

Nugroho menegaskan, atas nama Kepolisian Daerah (Polda) Jabar dan Polres Ciamis, pihaknya menyampaikan bela sungkawa kepada kelurga korban meninggal dunia pada musibah gempa bumi kali ini. Pada kesempatan takjiah tersebut, Kapolres bersama para perwira turut menyolatkan jenazah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gempa bumi yang berkekuatan 7,3 skala richter (SR) dengan episentrum terletak di koordinat 8.o3 LS, 108.04 BT, tepatnya di Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya-Jabar dengan kedalaman 105 kilometer dan berpotensi tsunami, membuat sebuah rumah dua lantai di Dusun Desa, RT 04/02, Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ambruk, Jum’at (15/12/2017).

Rumah yang diketahui milik Lutfi Bahdim (70) tersebut tiba-tiba ambruk setelah guncangan gempa yang begitu dahsyat. Selain ambruk, satu orang yang bernama Dede (63) dikabarkan tewas dan dua orang mengalami luka-luka.

Babinsa Desa Gunungsari, Sertu Sahidin, mengatakan, mendapat informasi tersebut, pihaknya bersama aparat Kepolisian setempat dibantu oleh warga langsung bahu-membahu mengevakuasi korban untuk dilarikan ke RSUD Ciamis untuk mendapatkan perawatan medis.

“Kita langsung koordinasi dengan aparat desa setempat dan juga dengan BPBD Ciamis untuk penanganan lebih lanjut. Dua korban yang mengalami luka, yakni Lutfi Bahdim di bagian kepala dan tubuh serta Ajat (80) yang mengalami luka robek di bagian tangan dan kaki langsung kami evakuasi ke RSUD Ciamis,” jelas Sertu Sahidin kepada HR Online.

Ia menambahkan, akibat kejadian ini, pemilik rumah mengalami kerugian materil mencapai puluhan juta rupiah. Sementa itu, ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana alam ini.

“Kita harapkan masyarakat lebih waspada lagi. Sebab, ditakutkan akan terjadinya kembali gempa susulan,” pungkas Sahidin. (DSW/R4/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar