Masih Tinggal di Tenda Darurat, Korban Gempa di Pamarican Ciamis Bingung

Masih Tinggal di Tenda Darurat,  Korban Gempa di Pamarican Ciamis Bingung

Pasca status tanggap darurat dicabut oleh Bupati Ciamis, seluruh kegiatan di posko penangulangan bencana di Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis pun tidak ada lagi. Namun, duka masih menyelimuti perasaan ratusan warga korban gempa. Foto : Suherman/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pasca status tanggap darurat dicabut oleh Bupati Ciamis, seluruh kegiatan di posko penangulangan bencana di Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis pun tidak ada lagi. Namun, duka masih menyelimuti perasaan ratusan warga korban gempa.

Korban gempa yang rumahnya mengalami kerusakan parah saat ini terpaksa tinggal di dalam tenda-tenda yang didirikan di halaman rumah. Mereka kebingungan dan masih membutuhkan uluran tangan dari pemerintah.

“Untuk logostik sembako sebenarnya tidak begitu kekurangan. Namun yang kami butuhkan saat ini adalah renovasi tempat tinggal. Karena rumah kami kondisinya sudah tidak lagi layak untuk ditempat,” kata Aco, salah seorang korban gempa, warga Dusun Ciparakan, RT 06 RW 03, Desa Sukahurip, Selasa (26/12/2017) lalu.

Aco mengaku pesimis bisa kembali mendirikan rumah miliknya lantaran kondisi kerusakan yang sangat berat. Terlebih peralatan kerja yang dia miliki ikut hancur tertimpa reruntuhan bangunan rumah.

“Terus terang saja untuk bisa kembali membangun rumah itu seperti hal yang mustahil bagi saya. Karena untuk mendirikan kembali rumah membutuhkan biaya yang sangat besar. Sementara saya sekarang tidak bisa bekerja. Karena satu-satunya mesin jahit yang menjadi andalan saya hancur dan tidak bisa digunakan lagi,” ujarnya.

Wiwi, korban lainnya, mengaku masih membutuhkan bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki rumah miliknya yang hancur akibat bencana gempa beberapa waktu lalu.

“Selain renovasi rumah, kami juga membutuhkan perabotan dapur, seperti kompor dan yang lainnya. Saat gempa yang memporak porandakan rumah saya, seluruh perabotan rumah tangga saya hancur tertimpa reruntuhan,” katanya.

Informasi HR di lapangan, sejak diterjang gempa Tasikmalaya berkekuatan 6,9 SR, tujuh kepala keluarga di Dusun Ciparakan RT 06 RW 03, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, saat ini kehilangan tempat tinggal. Mereka kini harus rela hidup di dalam tenda yang mereka dirikan di pelataran rumah. (Suherman/Koran RH)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles