Melestarikan “Gobag Sodor” di Era Modern

Melestarikan “Gobag Sodor” di Era Modern

Di tengah gempuran era modern dan teknologi canggih, UPTD Pendidikan Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, menyosialisasikan permainan tradisional “gobag sodor” atau hadangan. Foto : Deni Supendi/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Di tengah gempuran era modern dan teknologi canggih, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, menyosialisasikan permainan tradisional “gobag sodor” atau hadangan.

Sosialisasi permainan tradisional gobag sodor tersebut diikuti Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) dan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) sewilayah Kecamatan Baregbeg, bertempat di lapangan sepakbola Desa Petirhilir.

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Baregbeg, H. Dedi Kusmana, ketika ditemui Koran HR, beberapa waktu lalu, mengatakan, sosialisasi permainan tradisional tersebut diselenggarakan dalam rangka memeriahkan peringatan Hari KORPRI, Hari Guru, HUT PGRI, Hari Kesehatan dan Hari AIDS.

Dedi menjelaskan, sosialisasi permainan tradisional tersebut merupakan inisiasi Himpaudi dan IGTKI Kecamatan Baregbeg. Tujuannya untuk mengembangkan dan melestarikan permainan tradisional gobag sodor.

“Sosialisasi ini diikuti guru, tenaga pendidik PAUD dan TK. Setelah kegiatan sosialisasi ini diharapkan para guru dapat memperkenalkan permainan tradisional ini kepada para anak didik di setiap satuan atau lembaga pendidikan masing-masing,” katanya.

Menurut Dedi, permainan tradisional gobag sodor saat ini sudah menasional. Berkaitan dengan itu, pihaknya berupaya memperkenalkan dan memasyarakatkan kembali permainan tradisional tersebut melalui jalur pendidikan anak usia dini.

Dedi menambahkan, di tengah-tengah perkembangan jaman dan teknologi canggih, anak-anak usia dini perlu diperkenalkan dengan permainan-permainan tradisional daerah, salah satunya gobag sodor.

Senada dengan itu, Ketua Himpaudi Kecamatan Baregbeg, Mina Germina, ketika ditemui Koran HR, membenarkan kegiatan sosialisasi permainan tradisional tersebut. Menurut dia, pihaknya ingin memperkenalkan dan memasyarakatkan kembali permainan tradisional kepada guru PAUD, anak didik dan wali murid.

“Kami berharap, permainan tradisional ini kembali membumi. Selain itu, anak-anak didik juga lebih mengenal permainan tradisional asal daerahnya sendiri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Petirhilir, Wahyu Hermawan (66), ketika dimintai tanggapan, menyambut baik sosialisasi permainan tradisional yang dilakukan UPTD Pendidikan bersama Himpaudi dan IGTKI Kecamatan Baregbeg.

Wahyu menilai, sosialisasi permainan tradisional tersebut sangat penting dalam rangka melestarikan permainan tradisional peninggalan nenek moyang. Menurut dia, permainan tersebut memiliki manfaat bagi kebugaran, olah strategi, kekompakan dan kordinasi.

“Nilai yang terdapat dalam permainan ini sangat bermanfaat untuk membangun karakter diri anak-anak usia sekolah atau anak-anak usia dini,” katanya. (Deni/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles